Berita

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, Hendri Satrio/RMOL

Politik

Golkar Sudah Mantap Pilih Airlangga Capres 2024, Ganjar Minggir Dulu....

RABU, 28 DESEMBER 2022 | 16:01 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Hasil riset lembaga survei tidak menjadi penentu utama dalam pencalonan presiden Indonesia. Sebab ada banyak hal yang dipertimbangkan, seperti sosok ketua umum hingga ideologi masing-masing partai pengusung.

Demikian disampaikan pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio merespons hasil survei Charta Politika yang menyebut mayoritas suara PDIP, Golkar, dan PPP dominan menjagokan Ganjar Pranowo.

Hensat, sapaan Hendri Satrio bahkan tidak yakin PDIP akan berani mengusung Ganjar yang kerap dijagokan lembaga survei.


"Belum tentu (Ganjar diusung), selama ini Ibu Mega kalau mendukung calon tidak pernah berdasarkan hasil survei, tapi berdasarkan keinginan atau penilaian ideologi," tegas Hendri Satrio kepada wartawan, Rabu (28/12).

Hensat lantas menyoroti Partai Golkar yang sudah mantap memberi pilihan kepada Ketum Airlangga Hartarto dalam Pemilu 2024. Sebagai Ketua Umum, Airlangga juga bisa mengambil keputusan terkait posisi capres di Golkar.

"Golkar kan inginnya ketum yang maju, Airlangga Hartarto. Karena dia ketum, dia bisa memutuskan apakah akan dikasih ke Ganjar Pranowo? Ya saya tidak tahu,” imbuhnya.

Dalam penilaian Hensat, Partai Golkar solid mendukung Airlangga sebagai capres. Sehingga kecil kemungkinan Golkar rela memberikan kursinya ke Ganjar, terlebih PDIP tidak memberi sinyal kepada Ganjar untuk menjadi capres.

"Kecil kemungkinan Golkar akan mencalonkan Ganjar. Dan, ketika Golkar jadi mengajukan Ganjar dalam Pilpres 2024, maka akan berhadapan dengan PDIP. Kalau Airlangga kasih ke Ganjar, kan berarti menantang Ibu Mega," tutupnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya