Berita

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol/Net

Dunia

Korsel Siapkan Anggaran Militer Rp 6,9 Triliun untuk Lawan Drone Korut

RABU, 28 DESEMBER 2022 | 15:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Korea Selatan meningkatkan anggaran militernya di tengah ancaman militer Korea Utara yang dipandang semakin intens, khususnya setelah insiden lolosnya drone Pyongyang.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan pada Rabu (28/12) mengatakan pihaknya berencana mengalokasikan dana pertahanan sebesar 560 miliar won atau setara dengan Rp 6,9 triliun.

Alokasi dana ini sudah dimasukkan ke dalam cetak biru pertahanan jangka menengah Korea Selatan untuk periode 2023-2027.


Anggaran tersebut akan digunakan untuk membiayai empat proyek peningkatan kemampuan perlawanan drone, termasuk laser udara untuk menghancurkan drone dan jammer untuk menetralkan perangkat yang lebih kecil.

Cetak biru itu juga termasuk rencana untuk menambah unit drone lain yang mampu mengoperasikan dua skuadron.

Korea Selatan juga berusaha untuk mendapatkan lebih banyak jet siluman untuk meningkatkan kemampuan serangan real-time terhadap target bergerak.

Seoul akan mengamankan kapal selam rudal balistik tambahan dan mempercepat pengembangan sistem untuk mencegat roket artileri.

Kebijakan itu diambil menyusul peluncuran rudal Pyongyang terbaru pada Senin (26/12) yang diklaim telah menyebrang dan membahayakan wilayah Seoul.

Secara keseluruhan, total anggaran militer Korsel selama lima tahun ke depan diperkirakan mencapai 331,2 triliun won atau Rp 4.102 triliun. Jumlah itu naik 68 persen dari rata-rata tahunan.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya