Berita

Pavel Antov/Net

Dunia

Sempat Kritik Serangan Putin ke Ukraina, Taipan Rusia Ditemukan Meninggal Jatuh dari Lantai 3 Hotel

RABU, 28 DESEMBER 2022 | 12:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Satu lagi tokoh terkemuka Rusia ditemukan meninggal dunia dengan kondisi yang nahas. Taipan bernama Pavel Antov ditemukan meninggal dunia setelah jatuh dari kamar hotelnya di Rayagad pada Minggu (25/12).

Menurut laporan The Hindu, Antov meninggal setelah jatuh dari jendela lantai tiga.

Kematian Antov terjadi hanya beberapa hari setelah orang Rusia lainnya, Vladimir Budanov meninggal di hotel yang sama pada Jumat (23/12).


Inspektur Polisi Vivekanand Sharma mengatakan Budanov menderita stroke dan Antov depresi setelah kematian temannya hingga memutuskan untuk bunuh diri.

"Kami memantau dengan cermat penyelidikan dan (mendapatkan) semua informasi dari polisi Odisha," lapor TASS.

Sementara itu, Sharma mengatakan, para pejabat telah mengkremasi tubuh Antov pada Senin (26/12) atas izin keluarganya.

Konsul Rusia di Calcutta, Alexei Idamkin mengatakan polisi tidak melihat adanya unsur kriminal dalam dua kematian tersebut.

Namun BBC melaporkan, Antov sempat mengkritik serangan rudal Rusia di Ukraina pada Juni lalu di WhatsApp.

"Sangat sulit untuk menyebut semua ini selain teror," kritik Antov, yang kemudian menyebut pesan tersebut adalah kesalahan teknis.

Antov masuk dalam daftar anggota parlemen Rusia terkaya versi Forbes pada 2019. Ia menjadi yang terbaru dari banyak kritikus Vladimir Putin yang meninggal secara misterius.

Kritikus Putin lainnya, ketua perusahaan minyak swasta terbesar Rusia, Ravil Maganov, meninggal setelah diduga jatuh dari jendela rumah sakit pada September.

Ivan Pechorin, direktur pelaksana Perusahaan Pengembangan Timur Jauh dan Arktik (ERDC) dan orang penting untuk Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pengembangan Arktik, meninggal setelah jatuh dari kapalnya pada September.

Kematian Pechorin terjadi beberapa bulan setelah mantan bosnya, Igor Nosov, meninggal karena stroke mendadak pada usia 43 tahun pada Februari.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya