Berita

Batik Air/Net

Dunia

Penerbangan Delay Hingga 7 Jam, Batik Air Didesak Minta Maaf oleh Menteri Malaysia

RABU, 28 DESEMBER 2022 | 11:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Maskapai Batik Air menyampaikan permintaan maafnya setelah didesak oleh Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke terkait dengan keterlambatan penerbangan hingga 7 jam lamanya.

Desakan dari Loke muncul sebagai tanggapan atas keluhan dari salah satu penumpang, Firdaus Jailan, di Twitter. Ia menyebut maskapai telah memperlakukan penumpangnya dengan buruk.

Ia juga mengunggah video tentang penderitaannya yang terdampar semalaman di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) untuk menunggu penerbangan ke Kuching, Serawak pada Kamis (22/12).


"Penerbangan seharusnya berangkat pukul 11.30 malam. Ketika saya tiba di (konter check-in), anggota staf memberi tahu saya bahwa penerbangan akan ditunda hingga jam 2 pagi," cuit Firdaus.

Namun ternyata penerbangan dijadwal ulang menjadi 6.35 pagi di papan pengumuman bandara.

"Tidak ada satu pun staf yang terlihat di sini," lanjut Firdaus, sembari mengarahkan kameranya untuk memperlihatkan penumpang yang tertidur di bangku.

Penumpang dilaporkan mendapat voucher makanan dari pihak maskapai. Namun tidak ada gerai yang buka lewat tengah malam di terminal. Sementara akomodasi tidak dapat disediakan karena hotel sudah penuh dipesan.

Loke kemudian menanggapi keluhan tersebut dengan menyebut pihaknya telah menghubungi manajemen maskapai Batik Air.

"(Manajemen) akan menghubungi semua penumpang yang terkena dampak untuk meminta maaf dan bertanggung jawab (atas insiden tersebut)," tulis Loke pada Senin malam (26/12).

Dalam keterangannya pada Selasa (27/12), Batik Air menyampaikan penyesalan atas keterlambatan keberangkatan penerbangan tersebut.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya