Berita

Wanita Emas, Hasnaeni/Net

Politik

Soal Pemilu Didesain Menangkan Ganjar, KPU Harus Laporkan Hasnaeni

SELASA, 27 DESEMBER 2022 | 09:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tudingan keji yang sempat dilempar Hasnaeni atau Wanita Emas terhadap penyelenggara pemilu tidak boleh dibiarkan. KPU harus tegas menyikapi dengan melakukan langkah hukum lantaran tudingan itu telah mencoreng nama baik institusi negara.

Peneliti lembaga survei Populi Center, Rafif Pamenang Imawan menuturkan ada dua skenario yang bisa dilakukan untuk menanggapi celotehan Hasnaeni tentang KPU. Pertama adalah melaporkan Hasnaeni, atas dasar pencemaran nama baik.

“Kedua, lebih kepada sesama elemen masyarakat sipil untuk bisa kemudian melakukan kontrol terhadap elemen masyarakat lain, termasuk dalam hal ini Hasnaeni,” kata Rafif ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (27/12).


Tudingan Hasnaeni tidak hanya personal, tapi ada juga yang menyangkut institusi negara. Tudingan Ketua KPU Hasyim Asyari melakukan pelecehan seksual mungkin masuk kategori personal, tapi tudingan bahwa pemilu didesain untuk memenangkan Ganjar masuk dalam kategori fitnah terhadap institusi negara.


“Kalau yang pemilu sudah di-setting, harus ada proses hukum yang dilalui. Karena itu berhubungan dengan kepercayaan publik terhadap lembaga negara pemilu. Tapi, lebih baiknya itu dilakukan oleh elemen masyarakat sipil yang lain,” katanya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya