Berita

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay/RMOL

Politik

Indonesia Perlu Pelajari Tsunami Covid-19 China Sebelum Bebaskan PPKM

SENIN, 26 DESEMBER 2022 | 18:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tsunami Covid-19 yang melanda China perlu dipelajari pemerintah Indonesia agar tak terjadi di dalam negeri. Apalagi, pemerintah berencana akan mengakhiri Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM tahun depan.

"Dulu, Indonesia kan juga bebas Covid-19 tetapi tidak lama. Begitu sampai di Indonesia, perkembangannya dahsyat," kata Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, Senin (26/12).

Politisi PAN ini tak masalah jika pemerintah berniat melakukan pelonggaran. Namun kebijakan pelonggaran, termasuk rencana penghapusan PPKM harus berdasarkan pertimbangan matang.


"Pemerintah harus cari cara agar masyarakat aman. Pandemi Covid-19 yang kita lalui selama lebih dari dua tahun jangan terulang lagi,” kata Saleh.

Pada dasarnya, rencana pemerintah untuk mencabut PPKM bisa dimengerti. Selain, secara umum di dunia internasional bahwa kasus ini telah mereda, hal ini juga penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dengan mencabut PPKM, pemerintah kelihatannya mau menaikkan produktivitas dan kreativitas warga. Harapannya, ekonomi tumbuh dan berkembang. Angkatan kerja kita yang sangat tinggi dapat digerakkan untuk kepentingan nasional,” katanya.

Sebelum menghapus PPKM, pemerintah diminta melakukan beberapa hal. Pertama, memastikan bahwa vaksin booster sudah mencapai target minimal.

Kedua, pemerintah diminta tetap menyosialisasikan pola hidup sehat. Ormas, OKP, organisasi profesi, sekolah, kampus, dan institusi lainnya perlu dilibatkan.

"Dengan pola hidup sehat, dipastikan masyarakat akan jauh terhindar dari berbagai penyakit,” imbuhnya.

Ketiga, pemerintah tetap diharapkan selalu meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian.

"Karena itu, obat dan alat-alat kesehatan yang memadai harus tetap disiapkan. Semoga kekurangan obat dan alkes tidak terjadi lagi ke depannya,” tutupnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya