Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Algoritma TikTok Diduga Picu Eating Disorder Pada Anak Remaja

JUMAT, 16 DESEMBER 2022 | 13:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah hasil penelitian terbaru yang diterbitkan oleh Center for Countering Digital Hate pada Rabu (14/12) menyebutkan algoritma dalam aplikasi video TikTok telah banyak mempromosikan konten tentang melukai diri sendiri dan gangguan makan kepada remaja yang rentan.

Dalam proses pengambilan data, para peneliti membuat akun TikTok remaja fiksi di AS, Inggris, Kanada, dan Australia.

Para peneliti yang mengoperasikan akun tersebut kemudian memberikan "like" pada konten tentang menyakiti diri sendiri dan gangguan makan untuk melihat bagaimana algoritme TikTok merespon.


Dalam beberapa menit, platform yang sangat populer itu merekomendasikan video tentang menurunkan berat badan dan menyakiti diri sendiri, termasuk yang menampilkan gambar model dan tipe tubuh ideal, gambar silet, dan diskusi tentang bunuh diri.

Ketika para peneliti membuat akun dengan nama pengguna yang menyarankan kerentanan tertentu terhadap gangguan makan, akun tersebut diberi konten yang lebih berbahaya.

CEO Center for Countering Digital Hate, Imran Ahmed, yang berkantor di AS dan Inggris mengatakan berselancar di Tik Tok benar-benar memompa pesan yang paling berbahaya kepada kaum muda.

"Ini seperti terjebak di aula cermin yang terdistorsi di mana Anda terus-menerus diberi tahu bahwa Anda jelek, Anda tidak cukup baik, mungkin Anda harus bunuh diri," ujarnya seperti dimuat Associated Press pada Kamis (14/12).

Menurut direktur eksekutif Fairplay, organisasi nirlaba yang mendukung perlindungan online bagi anak-anak, Jos Golin, mengatakan kaum muda menjadi sangat rentan terhadap intimidasi karena mereka cenderung menghabiskan lebih banyak waktu online dan menyaksikan konten negatif tentang gangguan makan atau bunuh diri.

Jurubicara TikTok membantah temuan tersebut, dan mengatakan bahwa para peneliti tidak menggunakan platform seperti pengguna biasa, dan hasilnya tidak sesuai.

Perusahaan juga mengatakan nama akun pengguna tidak boleh memengaruhi jenis konten yang diterima pengguna.

TikTok melarang pengguna yang berusia di bawah 13 tahun, dan aturan resminya melarang video yang mendorong gangguan makan atau bunuh diri.

“Kami secara rutin berkonsultasi dengan pakar kesehatan, menghapus pelanggaran terhadap kebijakan kami, dan menyediakan akses ke sumber daya pendukung bagi siapa pun yang membutuhkan,” kata perwakilan perusahaan TikTok, yang dimiliki oleh ByteDance Ltd, perusahaan China yang kini berbasis di Singapura.

Terlepas dari bantahan tersebut, para peneliti di Center for Countering Digital Hate menemukan bahwa konten tentang gangguan makan telah dilihat di TikTok miliaran kali.

Sementara itu, hasil penelitian juga menemukan versi TikTok yang ditawarkan kepada pemirsa domestik China dirancang untuk mempromosikan konten tentang matematika dan sains kepada pengguna muda, dan membatasi berapa lama anak berusia 13 dan 14 tahun dapat berada di situs setiap hari.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya