Berita

Dunia

IFJ: 67 Jurnalis Tewas Sepanjang Tahun 2022, Lima dari Pakistan

JUMAT, 16 DESEMBER 2022 | 10:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah laporan tahunan yang diterbitkan oleh Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) pada Minggu (11/12), menyebut 67 jurnalis telah tewas sepanjang tahun 2022.

Jumlah yang dilaporkan tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dari 47 jurnalis yang meninggal tahun lalu.

Dimuat Dawn pada Senin (12/12), di antara 67 jurnalis yang dilaporkan, teridentifikasi lima orang yang berasal dari Pakistan.
 

 
IFJ merinci nama wartawan Pakistan yang kehilangan nyawa pada tahun 2022, termasuk Hasnain Shah, Ziaur Rehman Farooqi, Iftikhar Ahmed, Muhammad Younis dan Sadaf Naeem.

Melihat peningkatan tersebut, Sekretaris Jenderal IFJ, Anthony Bellanger mendesak disahkannya Konvensi IFJ tentang Keselamatan dan Kemerdekaan Jurnalis oleh Majelis Umum PBB.

Bellanger prihatin dengan kekerasan dan pembunuhan yang menimpa para jurnalis yang harusnya dibela pemerintah berlandaskan demokrasi.

"Lonjakan pembunuhan jurnalis dan pekerja media lainnya merupakan penyebab keprihatinan yang serius dan satu lagi seruan bagi pemerintah di seluruh dunia untuk mengambil tindakan dalam membela jurnalisme, salah satu pilar utama demokrasi,” kata Bellanger.

Daftar IFJ juga menunjukkan represi politik banyak muncul selama tahun 2022 dari China hingga Belarusia, dan dari Mesir hingga Hong Kong, Iran, Myanmar, Turkiye, dan Rusia.

Pemerintah di negara-negara tersebut berupaya membungkam media dan menghancurkan protes untuk kebebasan.  

Jumlah jurnalis yang dipenjarakan tercatat IFJ mencapai 375 orang dan mencetak rekor tertinggi sejak dua tahun lalu.

China dan sekutunya di Hong Kong menempati urutan teratas dengan 84 jurnalis di penjara, diikuti oleh Myanmar (64), Turkiye (51), Iran (34), Belarusia (33), Mesir (23), Rusia dan Krimea (29), Arab Saudi (11), Yaman (10), Suriah (9) dan India (7).

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya