Berita

Calon Menteri Kehakiman dan Keamanan Brasil, Flavio Dino/Net

Dunia

Calon Menteri Brasil Siapkan Hukuman Keras bagi Pendukung Bolsonaro yang Terlibat Kerusuhan

RABU, 14 DESEMBER 2022 | 13:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kegagalan aparat keamanan Brasil untuk menanggap para pengunjuk rasa dalam protes yang berujung kerusuhan, memperoleh sindiran keras dari calon Menteri Kehakiman dan Keamanan Brasil, Flavio Dino.

Dalam wawancarnya bersama GloboNews, Dino menyebut pihak keamanan ikut bertanggung jawab atas insiden tersebut karena tidak berhasil menahan para perusuh.

Dino menegaskan hukuman keras akan dihadapi oleh para demonstran yang terlibat dalam kerusuhan dan dipastikan tidak akan memperoleh amnesti atau pengempunan apa pun.


Melihat bagaimana kemenangan Lula da Silva telah di sahkan, Dino berharap para pendukung Jair Bolsonaro itu segera sadar bahwa apa yang dilakukan sia-sia dan mendesak mereka kembali ke rumah.

"Sudah selesai, halaman sudah dibalik, mari kita lihat ke depan. Tahun 2026 akan ada pemilu baru," ujarnya seperti dimuat Reuters pada Rabu (14/12).

Sejalan dengan Dino, Anggota senior Mahkamah Agung Brasil (STF) dan Pengadilan Pemilihan Federal (TSE) melihat aparat keamanan Brasilia terlalu lunak dan seharusnya bertindak lebih tegas.

Di lain sisi, kepala keamanan Brasilia, Julio Danilo membantah kegagalan keamanan, dengan mengatakan bahwa mereka yang terlibat akan diidentifikasi dan dimintai pertanggungjawaban.

Aksi protes yang dilakukan oleh para pendukung Bolsonaro pada Senin (12/12), telah memicu kerusahan dan kekacauan di jalan-jalan kota Brasilia.

Unjuk rasa itu diwarnai dengan pembakaran beberapa mobil bus dan pemblokiran jalan menggunakan kawat berduri.

Bahkan, para demonstran juga sempat bentrok dengan aparat, karena diduga akan menyerang kantor polisi federal.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

KAI Gelar Diskon Tiket Kereta 20 Persen, Cek Syarat dan Ketentuannya

Kamis, 26 Maret 2026 | 22:00

Anwar Ibrahim Lega Kapal Malaysia Bisa Lewat Selat Hormuz

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:58

Jadwal FIFA Series 2026 Timnas Indonesia Lawan Saint Kitts dan Nevis

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:49

Langkah Mundur Letjen Yudi Abrimantyo Sesuai Prinsip Intelijen

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:31

Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:15

Inggris Cegat Kapal Bayangan Rusia, Tuding Putin Raup Untung Minyak dari Perang

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:13

Prabowo Blusukan ke Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak untuk Warga

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:06

Prabowo Harus Berhati-hati dengan Pernyataan Ngawur Bahlil

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:01

Fatamorgana Ekonomi Nasional

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:34

“Aku Harus Mati”: Horor tentang Ambisi dan Harga Sebuah Validasi

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:20

Selengkapnya