Berita

Menteri Luar Negeri Yunani, Nikos Dendias/Net

Dunia

Tak Terima Diancam Rudal oleh Erdogan, Menlu Yunani Samakan Turki dengan Korut

SELASA, 13 DESEMBER 2022 | 18:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ancaman rudal yang sempat dikemukakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terhadap Yunani memperoleh kritik keras dari Menteri Luar Negeri Nikos Dendias.

Dalam pertemuan urusan luar negeri di Uni Eropa, Menlu Yunani mengutuk ancaman berbahaya yang dilakukan oleh sesama anggota NATO tersebut.

“Tidak dapat diterima dan secara universal dikutuk atas ancaman serangan rudal terhadap Yunani yang dilakukan oleh negara sekutu, anggota NATO,” ujar Nikos seperti dimuat Associated Press pada Senin (12/12).


Nikos bahkan menyebut mengatakan tindakan Erdogan sudah seperti Korea Utara yang mengancam Korea Selatan dengan latihan rudal.

"Sikap Korea Utara tidak bisa dan tidak boleh masuk ke Aliansi Atlantik Utara," tegasnya.

Kecaman itu diutarakan setelah Erdogan pada Minggu (11/12), mengumumkan negaranya tengah membuat rudal balistik jarak pendek yang disebut Tayfun.

Erdogan menyebut Tayfun sebagai senjata yang ditakutkan oleh orang-orang Yunani. Ia menekankan apa yang ditakutkan bisa saja terjadi jika Yunani terus mengusik negaranya.

"Tentu saja itu akan terjadi. Jika Anda tidak tetap tenang, jika Anda mencoba membeli barang-barang dari Amerika Serikat dan tempat lain(untuk mempersenjatai) kepulauan itu, negara seperti Turki harus melakukan sesuatu," tegasnya.

Hubungan kedua anggota NATO itu telah lama tegang akibat sengketa teritorial di Laut Aegea dan hak eksplorasi energi di Mediterania timur.

Keduanya bahkan telah berada di ambang perang tiga kali dalam setengah abad terakhir.

Pekan lalu, Turki menuduh Yunani melanggar perjanjian internasional dengan melakukan latihan militer di Laut Aegea.

Yunani membela diri dengan mengatakan bahwa mereka perlu mempertahankan diri dari potensi serangan dari Turki di pantai barat.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya