Berita

Pemimpin Korea Utara, Ketua Kim Jong Il dan putranya, Kim Jong Un/Net

Dunia

Kisah di Balik Kacamata Hitam dan Rumah Berjalan Kim Jong Il

SELASA, 13 DESEMBER 2022 | 14:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meski sudah lama tiada, namun nama Kim Jong Il masih terus dikenang sebagai pemimpin Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK). Termasuk gayanya yang khas dengan kacamata hitam.

Dari berbagai potret, Kim kerap menggunakan kacamata hitam selama kegiatannya, terlebih ketika berada di luar ruangan.

Kendati begitu, ada cerita di balik kacamata hitam Kim, yang bukan sekadar untuk memperindah penampilan. Kacamata itu Kim gunakan untuk menutupi matanya yang merah lantaran tidak tidur setelah semalaman bekerja.


Kim memang dikenal sebagai pemimpin yang memberikan segalanya untuk rakyat.

Suatu ketika, seorang staf melihat Kim menutupi matanya dengan handuk dan bersandar di kursi. Ia bertanya mengapa Kim menutupi matanya dengan handuk.

Kim lantas menjawab dan mengatakan itu bukan handuk biasa. Itu adalah handuk yang telah direndam air garam. Setiap kali matanya memerah karena bekerja semalaman, Kim membasahi handuk dengan air garam hangat dan menutupi matanya.

Jika mata merahnya dalam kondisi serius, maka ia harus menggunakan kacamata hitam. Tapi kemudian hal itu menjadi kebiasaan.

Di sela-sela padanya pekerjaan, Kim dilaporkan hanya bisa tertidur selama perjalanan. Bahkan baginya, kereta sudah seperti rumah, sementara rumah layaknya penginapan.

Baginya, kereta api adalah kantor dan rumah yang berjalan. Dengan cara ini, dia melanjutkan kunjungan.

Selama masa hidupnya, ia sudah menempuh 1.647 perjalanan kereta api sejauh 398 ribu kilometer hingga akhirnya meninggal di dalam kereta api.

Hari itu adalah 17 Desember 2011, 11 tahun yang lalu.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya