Berita

Kondisi hotel Longan di Kabul setelah diserang kelompok bersenjata pada Senin 12 Desember 2022/Net

Dunia

Hotel Kabul yang Sering Dikunjungi Pebisnis China Diserang, Taliban Klaim Ulah Oknum Nakal

SELASA, 13 DESEMBER 2022 | 14:15 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Asap mengepul dari sebuah hotel di Kabul yang baru diserangan oleh kelompok bersenjata tak dikenal pada Senin (12/12).

Hotel bertingkat bernama Longan yang cukup populer dan kerap dikunjungi oleh pebisnis asal China itu dihujani dengan beberapa ledakan dan rentetan tembakan secara tiba-tiba.

Seorang juru bicara polisi Kabul mengatakan serangan dilakukan oleh "oknum nakal", dan saat ini pihak keamanan telah pergi ke lokasi untuk menghentikan penyerangan.


"Pasukan keamanan telah mencapai area tersebut dan pembersihan para perampok sedang dilakukan," ujarnya seperti dimuat NDTV.

Melalui video yang beredar di media sosial, nampak orang-orang berteriak dari jendela di lantai bawah gedung hotel dalam bahasa Inggris dan Mandarin.

Video lainnya memperlihatkan api besar melalap sisi lain hotel dengan asap yang membumbung tinggi.

Sebuah helikopter juga dilaporkan terlihat beberapa kali melewati hotel tersebut.

Taliban pernah berjanji bahwa Afghanistan tidak akan digunakan sebagai basis untuk militan dan, sebagai gantinya, China menawarkan dukungan ekonomi dan investasi untuk pembangunan Kabul.

Sejak itu, pengusaha China berbondong-bondong ke Afghanistan untuk mengejar kesepakatan bisnis yang berisiko tinggi tetapi berpotensi menguntungkan dengan pihak Taliban.

Meskipun Taliban telah bersusah payah menjadikan Afghanistan sebagai tempat yang aman bagi para diplomat dan pebisnis, tetapi banyaknya serangan bom yang diduga berasal dari kelompok ISIS, membuat negara itu kesulitan.

September lalu, dua anggota staf kedutaan Rusia tewas dalam serangan bom bunuh diri di luar kedutaan.

Rentetan insiden ledakan di berbagai tempat lain juga menjadi momok menakutkan yang membuat pihak asing enggan berbisnis di Afghanistan.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya