Berita

Ivan Losev/Net

Dunia

Bermimpi Tentang Zelensky, Pria Rusia Didenda Rp 7,4 Juta

SELASA, 13 DESEMBER 2022 | 12:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seorang blogger Rusia mengaku telah didenda karena bermimpi tentang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan menceritakannya di media sosial.

Adalah Ivan Losev, pria berusia 26 tahun dari Chita dari wilayah Zabaykalsky, timur jauh Rusia. Ia mengaku telah didenda lantaran ceritanya dinilai telah mendiskreditkan militer Rusia.

Losev tampaknya tidak menyadari akun media sosial Instagram-nya sedang dipantau oleh petugas dari Dinas Keamanan Federal Rusia.


Dimuat Stuff, Losev mengunggah cerita tentang mimpinya, yang mengacu pada perintah mobilisasi Presiden Rusia Vladimir Putin pada September.

"Tadi malam, saya bermimpi untuk dimobilisasi dan dibawa ke semacam kamp pelatihan. Tiba-tiba, para pejuang AFU (Angkatan Bersenjata Ukraina) yang dipimpin oleh Zelensky menerobos masuk, mengumpulkan semua orang, dan akan mengeksekusi kami dengan regu tembak," kisahnya.

“Saat ini, Zelensky berjalan melewati saya dan berkata: 'Ah, saya telah melihat cerita Anda di Instagram. Kemuliaan bagi Ukraina!’ Saya menjawab: ‘Kemuliaan bagi para pahlawan!’ Zelensky menepuk bahu saya dan dengan persetujuan berkata: ‘Lepaskan yang ini, dan eksekusi yang lainnya'," tambah Losev.

"Jadi begitulah, saya dan dia, berdiri berdampingan, menonton, dan saya berkata kepadanya: 'Bolehkah saya berfoto selfie dengan Anda untuk Instagram saya?' Zelensky berkata: 'Tentu',"  imbuhnya.

Akibat dari ceritanya itu, Losev didenda 30 ribu rubel atau setara dengan Rp 7,4 juta. Ia dinilai telah melanggar UU yang menindak perbedaan pendapat terkait invasi Rusia ke Ukraina.

Dengan UU tersebut, Losev terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan ia menyebutnya sebagai sebuah "kebodohan".

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya