Berita

Ilustrasi/Ner

Dunia

Dilanda Kekeringan, 79 Persen Rumah Tangga Afghanistan Hidup dalam Kekurangan Air Parah

SELASA, 13 DESEMBER 2022 | 08:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah survei yang diterbitkan oleh Dana Darurat Anak Internasional PBB (UNICEF) pada Senin (12/12), menyebut 79 persen rumah tangga di Afghanistan mengalami kekurangan air yang parah.

Jurubicara UNICEF Afghanistan, Salam Al-Janabi dalam konferensi persnya mengatakan kekeringan selama bertahun-tahun dan masalah lainnya telah menyebabkan air semakin sedikit.

Merujuk pada hasil survei, Salam mengungkapkan saat ini warga sangat sulit untuk mengkonsumsi air yang bersih dan aman di tengah keterbatasan.


Belum lagi, lanjut Salam, ancaman penyebaran penyakit melalui air akan semakin besar jika masalah ini tidak segera ditangani.

Oleh sebab itu, Salam bersama UNICEF akan membantu Afghanistan melalui program air bersih untuk 9 juta orang yang akan mulai dilakukan tahun depan.

Beberapa provinsi Afghanistan kesulitan memasok air sejak ketinggian air tanah turun drastis dan sebagian besar sumur mengering.

Menurut The Khaama Press, penggunaan air yang berlebihan telah menyebabkan penurunan permukaan air tanah sebesar 50 persen di Kabul sejak awal tahun 2022.

Kekeringan dan kelangkaan air telah menjadi tantangan berat yang harus dihadapi oleh warga di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit saat ini.

Kelaparan, kemiskinan, pengangguran, keamanan, dan kurangnya akses ke perawatan kesehatan serta pendidikan telah berdampak negatif pada kehidupan masyarakat Afghanistan.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya