Berita

Dunia

Iran Hukum Gantung Pengunjuk Rasa, Eksekusi Kedua dalam Satu Minggu

SENIN, 12 DESEMBER 2022 | 14:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Iran kembali melakukan eksekusi kedua pada Senin (12/12)  di tengah protes anti pemerintah, hanya selang empat hari dari eksekusi pertama, Kamis pekan lalu.

Kantor berita Mizan Iran mengidentifikasi bahwa tahanan yang dieksekusi adalah Majid Reza Rahnavard. Rahnavard dihukum karena diduga menikam dua anggota pasukan keamanan sampai mati pada 17 November dan melukai empat lainnya. Dia termasuk di antara enam orang lainnya yang divonis dengan hukuman gantung.  

"Majid Reza Rahnavard digantung di depan umum di (kota suci Syiah) Mashahd pagi ini. Dia dijatuhi hukuman mati karena 'berperang melawan Tuhan' setelah menikam sampai mati dua anggota pasukan keamanan," kata Mizan, seperti dikutip dari Reuters.


Rahnavard termasuk anggota Basij, sekelompok relawan paramiliter.

Pada Kamis (8/12), Iran menggantung mati Mohsen Shekari yang berusia 23 tahun, menjadikannya pengunjuk rasa anti pemerintah yang dihukum mati.

Sama halnya dengan  Rahnavard,  Shekari divonis bersalah karena telah menikam petugas di tengah aksi protes.

Pengadilan telah dikritik karena tidak mengizinkan orang yang diadili untuk memilih pengacara mereka sendiri atau melihat bukti yang memberatkan mereka. Shekari dan Rahnavard dihukum atas tuduhan 'moharebeh', yang berarti "berperang melawan tuhan".

Iran dilanda kerusuhan paling mematikan yang dimulai di ibu kota Teheran tempat Mahsa Amini meninggal di dalam tahanan polisi moral. Kelompok hak asasi manusia Iran mengatakan, setidaknya 488 orang telah tewas sejak protes dimulai pada pertengahan September, dan sebanyak 18.200 orang ditahan.

Ini adalah salah satu tantangan paling serius bagi Republik Islam sejak revolusi 1979.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya