Berita

Anggota Komisi IV DPR Sonny T. Danaparamita. (Foto: PDIP Jatim)

Politik

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

SABTU, 18 JULI 2026 | 05:48 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PDIP, Sonny T. Danaparamita, bergerak cepat merespons pemberitaan mengenai ribuan titik panas (hotspot) yang mengepung sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan dan Sumatera. 

Sebagai bentuk pengawasan, Sonny langsung berkoordinasi dengan pihak Kementerian Kehutanan untuk memastikan kesahihan data dan langkah mitigasi darurat di lapangan.

?"Begitu melihat pemberitaan hari ini, saya langsung berkomunikasi dengan Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) Kementerian Kehutanan, Bapak Dwi Januanto. Saya meminta agar situasi ini segera diberikan atensi penuh," ujar Sonny dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat malam, 17 Juli 2026.


?Dari hasil komunikasi tersebut, Sonny membeberkan laporan terkini pengendalian Karhutla di Kalimantan Selatan per 16 Juli 2026. 

Berdasarkan data Dirjen Gakkum, luasan lahan terbakar di Kalsel telah mencapai 383,07 hektare (terdiri dari 29,44 Ha lahan gambut dan 353,63 Ha lahan mineral). 

Sementara secara nasional, luasan lahan terbakar dari Januari hingga Juni 2026 telah menembus angka 107.000 hektare.

?Sonny menjelaskan, meskipun ada ribuan hotspot yang terdeteksi satelit, tidak semuanya merupakan titik api riil (fire spot). 

Di Kalsel, laporan Dirjen Gakkum mencatat ada 34 hotspot kategori menengah hingga tinggi yang tersebar di 9 kabupaten/kota, dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Tapin (13 titik).

?"Untuk fire spot atau kebakaran riil, saat ini tengah ditangani di dua lokasi lahan semi-gambut, yakni di Kabupaten Tanah Bumbu (2 Ha) dan Kota Banjarbaru (2 Ha). Syukurlah, kualitas udara masih dalam kategori sedang dan aktivitas penerbangan di Bandara Syamsuddin Noor masih normal dengan jarak pandang 10 km," ungkap Sonny.

?Pemerintah Provinsi Kalsel sendiri telah menetapkan Status Siaga sejak 6 Juli hingga 31 Oktober 2026. Sonny mengapresiasi langkah mitigasi yang sedang berjalan, seperti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan sejak 15 Juli, pembukaan pintu air untuk pembasahan lahan gambut, patroli terpadu dan mandiri, serta penyiagaan 180 personel Brigdalkar Manggala Agni di Daops Tanah Bumbu, Banjarbaru, dan Tanah Laut.

?Meskipun upaya mitigasi telah berjalan, Sonny menegaskan bahwa pemerintah pusat hingga daerah tidak boleh lengah. Berdasarkan pengamatannya di lapangan, kapasitas penanganan masih belum proporsional dengan ancaman kemarau panjang.

?"Berdasarkan hasil kunjungan kerja saya ke beberapa daerah, terlihat jelas bahwa jumlah personel maupun peralatan pengendalian karhutla memang kurang memadai. Oleh karena itu, dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Kehutanan, saya sudah secara tegas meminta agar kementerian menambah jumlah personel dan peralatannya, termasuk memaksimalkan penggunaan teknologi terkini," urai wakil rakyat dari Dapil Jawa Timur III tersebut.

?Lebih jauh, Sonny mengingatkan bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya bertumpu pada Kementerian Kehutanan. Dukungan penuh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sangat krusial. 

Ia memaparkan empat langkah strategis terkait optimalisasi anggaran. ?Pertama, BPBD tidak perlu menunggu kebakaran membesar. Anggaran APBD murni harus dioptimalkan untuk program pra-bencana (mitigasi), seperti pengadaan armada tangki air, pompa portabel, Alat Pelindung Diri (APD) petugas, hingga pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat desa/kelurahan.

"Kedua, percepatan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT). Kepala Daerah harus berani menerbitkan SK Status Siaga Darurat sebagai dasar hukum pencairan dana BTT guna mendanai operasional patroli terpadu dan pembuatan sekat bakar," ungkap dia.

Ketiga, integrasi anggaran lintas sektor, termasuk pemanfaatan Dana Desa (DD) untuk pencegahan karhutla berskala lokal yang disinkronkan dengan Dinas Pemadam Kebakaran setempat.

"Keempat, jika kapasitas anggaran daerah sangat terbatas, BPBD Kabupaten/Kota harus segera berkoordinasi dengan BPBD Provinsi untuk mengajukan Dana Siap Pakai (DSP) maupun bantuan logistik kepada BNPB," terang Sonny.

?Selain menuntut kesigapan aparatur negara, legislator kelahiran Banyuwangi ini juga memberikan peringatan keras kepada pihak swasta, khususnya perusahaan perkebunan dan kehutanan.

"Perusahaan-perusahaan swasta yang bergerak di sektor perkebunan, yang wilayah sekitarnya sering menjadi langganan titik hotspot, harus proaktif memberikan dukungan personel maupun armada. Perusahaan-perusahaan ini tidak boleh hanya mementingkan diri sendiri dan berlepas tangan dari tanggung jawab kelestarian lingkungan di sekitar konsesi mereka," tandasnya.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya