Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Tak Terima Tahanan BNN Aceh Meninggal dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

SENIN, 12 DESEMBER 2022 | 08:54 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Seorang tahanan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, DY (39),  meninggal dunia. Pihak keluarga menduga korban meninggal dianiaya karena didapati bekas luka lebam di tubuhnya.

Kakak kandung DY, Irfan mengatakan, keluarga dihubungi bahwa korban sudah meninggal dunia. Ketika keluarga membuka baju korban, ditemukan adanya luka lebam.

"Paginya (Sabtu) kami dihubungi, katanya sudah meningga dunia. Kan kami enggak tahu di badan dia ada luka separah itu. Pas sudah meninggal kami buka bajunya, kayaknya patah tulang rusuknya, kayak luka dipukul benda tumpul," jelas Irfan, Ahad (11/12).


Atas insiden tersebut, pihak keluarga tidak terima dan membuat laporan ke Polda Aceh. Mereka juga meminta kepolisian melakukan visum untuk mengetahui penyebab tewasnya korban.

"Pas sudah kami buka tahu gitu, kami lapor ke Polda, kami suruh visum. Kami bawa pulang lagi kemarin juga, enggak terima juga kami gitukan," ujar Irfan, dikutip Kantor Berita RMOLAceh.

Irfan menmbahkan, keluarga tidak pernah menerima informasi resmi dari BNN soal penangkapan adiknya. Keluarga baru mengetahui dari seorang polisi yang bertugas di BNN bahwa DY ditangkap di kawasan Lamteumen Timur.

"Ketangkap diduga menggunakan sabu bersama rekannya sekitar empat orang. Jadi orang ni cari bandarnya, cari dari mana orang ni ngambil sabunya. Ditangkap sekitar pukul 01.00 dinihari pada 6 Desember 2022" katanya.
,
Usai diamankan, korban dibawa untuk mencari bandar sabu tersebut. Pihaknya keluarga mencoba menghubungi kawan korban yang bertugas di BNN itu, namun belum bisa ditemui karena pemeriksaan 3x24 jam.

Pada hari keempat, pihak keluarga dihubungi oleh oleh perantara untuk meminta BPJS dengan alasan untuk diinfus. Di sinilah pihak keluarga mulai curiga lantaran diminta BPJS.

"Jadi pihak keluarga ini sudah curiga, karena diminta BPJS, apa berat kali dipukul atau apa kan. Tapi kata mereka cuma mau diindus karen lemas, sakau entah apa lahm kata orang tu," tuturnya.

Irfan menyebutkan, pada Jumat pagi, pihaknya diminta datang ke BNN lantaran kondisi adiknya dikabarkan makin parah. Saat tiba di BNN, keluarga melihat kondisi korban sudah memprihatinkan.

"Pas kami tengok sudah memprihatinkan, luka lebam di badan dia semuanya, dia pun enggak sadar lagi, jalannya enggak bisa lagi juga," jelasnya.

Dikarenakan kondisinya sudah lemas dan berbicara ngawur, oleh petugas BNN Aceh korban dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh untuk direhab terlebih dahulu.

“Jadi sampai di sana kami sudah kayak biasa kan, katanya ini harus direhab dulu, segala macam. Dari pihak rumah sakit pun kami sudah dibolehkan pulang, cuma disuruh tinggal nomor hp, katanya nanti kalau ada apa-apa dihubungi,” tandas Irfan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya