Berita

Koordinator PMI Jabar, Abdullah Faza Al Fansuri (kanan) saat diskusi soal Pemilu 2024/RMOL

Politik

PMI Jabar: Kolaborasi adalah Kunci Memajukan Bangsa Jelang Pemilu 2024

MINGGU, 11 DESEMBER 2022 | 23:12 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kolaborasi adalah kunci untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi masa depan Indonesia. Terutama, menjelang gelaran Pemilu Serentak 2024.

Begitu dikatakan Koordinator Wilayah Jawa Barat Penggerak Milenial Indonesia Abdullah Faza Al Fansuri dalam diskusi Kaukus Penggerak Mienial Indonesia yang bertema "Peran Milenial Memasuki Pemilu 2024: Tantangan dan Agenda Perubahan".

Untuk itu, kata Faza, generasi muda sebagai kunci dari perubahan tidak boleh ragu untuk aktif pada semua proses politik pemilu. Setidaknya, untuk membangun narasi positif untuk menghindari terjadinya perpecahan.


"Kolaborasi adalah kunci keberhasilan dalam memajukan bangsa, terutama dalam memahami isu-isu politik yang tak jarang menyebabkan perpecahan antar anak bangsa," kata Faza dalam keterangannya, Minggu (11/12).

Atas dasar keinginan membangkitkan semangat generasi muda pada politik, lanjutnya, Koordinator PMI Jawa Barat menggelar diskusi secara rutin.

"Kami mengadakan kaukus ini untuk memberikan pemahaman dan memupuk karakret anak bangsa yang pancasilais dan agamis," tuturnya.

Kata Faza lagi, diskusi kaukus itu ingin menekankan bagaimana politik bisa dipahami dari berbagai sudut pandang. Tidak terkecuali dari sudut panda religius, ekonomi, yang tentunya semua bisa dijalankan dengan rasa gembira.
 
"Kepada peserta yang hadir dipaparkan mengenai sudut pandang Islam dalam memandang politik, cara milenial mandiri dalam ekonomi, dan materi cara selalu bergembira dalam berpolitik," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya