Berita

Aksi protes terhadap pelanggaran HAM di China/Net

Dunia

Warga Protes di Depan Konjen China, Kutuk Pelanggaran HAM di Tibet dan Xinjiang

MINGGU, 11 DESEMBER 2022 | 13:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Berbagai kelompok etnis, seperti Tibet dan Uighur, melakukan aksi protes di kota-kota di Pantai Barat Amerika Serikat (AS) sebagai bentuk solidaritas untuk saudara-saudara mereka yang mengalami pelanggaran hak asasi manusia (HAM) oleh China.

Protes diadakan pada Hari HAM yang jatuh pada Sabtu (10/12). Aksi dilakukan di Seattle, Washington, dan Portland, Oregon.Ini adalah pertama kalinya protes anti-China diadakan di Seattle dan Portland.

Bahkan di tengah cuaca buruk, termasuk hujan lebat dan angin kencang, puluhan orang tetap melakukan demonstrasi di depan Konsulat Jenderal China di San Francisco.


Mereka mengutuk pelanggaran HAM oleh pemerintah China. Beberapa pengunjuk rasa di berbagai kota terlihat memegang kertas kosong di tangan mereka untuk mendukung demonstrasi anti-kebijakan Zero Covid yang baru-baru ini diadakan di China.

Lembaran kertas kosong, yang dipegang oleh pengunjuk rasa China, telah menjadi simbol pemberontakan massal yang disaksikan terhadap kebijakan Zero Covid yang ketat di bawah pemerintahan Partai Komunis China dan Presiden Xi Jinping.

Kertas kosong menjadi metafora untuk postingan kritis, artikel berita, dan akun media sosial yang tak terhitung jumlahnya yang dihapus dari internet.

Sementara itu, pada Jumat (9/12), Departemen Keuangan AS telah mengumumkan sanksi terhadap dua pejabat China atas pelanggaran HAM yang serius di Daerah Otonomi Tibet (TAR). Keduanya adalah Wu Yingjie dan Zhang Hongbo.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya