Berita

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong/Net

Dunia

Australia Jatuhkan Sanksi pada Polisi Moral Iran dan Tujuh Orang Rusia

MINGGU, 11 DESEMBER 2022 | 11:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Australia akan menjatuhkan sanksi pada Rusia dan Iran sebagai tanggapan atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan dua negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Penny Wong pada Sabtu (10/12) mengatakan Australia akan menjatuhkan sanksi gaya Magnitsky pada 13 individu dan dua entitas, termasuk Polisi Moralitas Iran dan Pasukan Perlawanan Basij, serta enam warga Iran yang terlibat dalam kekerasan terhadap demonstran.

Dalam sebuah opini untuk Sydney Morning Herald, Wong mengatakan sanksi diterapkan pada Sadegh Hosseini, yang dia gambarkan sebagai komandan senior Korps Pengawal Revolusi Islam Iran. Dia terdaftar karena dugaan perannya dalam penggunaan kekerasan tanpa pandang bulu terhadap pengunjuk rasa.


"Pengabaian yang mencolok dan meluas dari rezim Iran terhadap hak asasi rakyatnya sendiri telah mengejutkan warga Australia, dan para pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban," tulis Wong di surat kabar tersebut.

Tujuh orang Rusia yang terlibat dalam percobaan pembunuhan terhadap mantan pemimpin oposisi Alexei Navalny juga akan dikenai sanksi HAM.

Selain sanksi HAM, Wong mengatakan Australia memberlakukan sanksi keuangan lebih lanjut yang ditargetkan pada tiga orang Iran dan satu bisnis Iran karena memasok drone ke Rusia untuk digunakan melawan Ukraina.

Pengumuman itu muncul setelah pemerintahan Partai Buruh Australia pada Oktober memberlakukan sanksi keuangan yang ditargetkan dan larangan perjalanan terhadap 28 separatis, menteri, dan pejabat senior yang ditunjuk Rusia setelah Presiden Vladimir Putin menganeksasi empat wilayah Ukraina.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya