Berita

Aksi protes oposisi Bangladesh menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Sheikh Hasina di Dhaka pada 10 Desember 2022/Net

Dunia

Oposisi Bangladesh Dalangi Protes Besar-besaran, Tuntut PM Sheikh Hasina Mundur

MINGGU, 11 DESEMBER 2022 | 06:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Aksi unjuk rasa dilakukan oleh oposisi Bangladesh untuk menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Sheikh Hasina di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit.

Aksi ini didalangi oleh Partai Nasionalis Bangladesh (BNP). Mereka melancarkan protes besar-besaran di ibukota Dhaka pada Sabtu (10/12).

Itu terjadi setelah dua pimpinan tertinggi BNP ditangkap bersama 500 pendukungnya karena diduga menghasut kekerasan menjelang unjuk rasa.


Mereka adalah Sekretaris Jenderal BNP Mirza Fakhrul Islam Alamgir dan mantan menteri Mirza Abas. Keduanya ditangkap di kediaman mereka pada Jumat (9/12) pukul 03.00 dini hari waktu setempat.

Dimuat Wion, unjuk rasa menarik massa yang signifikan. Namun polisi tidak mengizinkan aksi dilakukan di depan kantor partai setelah menemukan bom molotov.

Dalam tuntutannya, BNP mendesak pemerintah untuk mengaktifkan kembali sistem pemerintahan sementara non-politik selama tiga bulan sebagai persiapan untuk pemilihan umum Desember 2023.

Akan tetapi, pemerintah Liga Awami yang dipimpin oleh Perdana Menteri Sheikh Hasina menolak tuntutan tersebut, mengklaim bahwa hal itu akan bertentangan dengan konstitusi.

Dua hari sebelumnya, Sheikh Hasina mengumumkan bahwa pemilu akan digelar pada Januari 2024.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya