Berita

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo/RMOLJabar

Presisi

Dianggap Teroris, Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar Sempat Ditolak Keluarga

JUMAT, 09 DESEMBER 2022 | 17:15 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Jenazah pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Agus Sujatno alias Agus Muslim (AS) hingga saat ini belum diambil oleh pihak keluarga. Bahkan, jenazah AS sempat mendapatkan penolakan dari pihak keluarga.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo menerangkan, pihak rumah sakit sudah berkoordinasi dengan keluarga untuk penyerahan jenazah pelaku.

"Saat dikomunikasikan pihak keluarga sempat menolak, karena dianggap teroris. Jadi tidak mau terima," terang Ibrahim, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (9/12).


Pihaknya pun kemudian berusaha membujuk keluarga agar mau menerima jasad AS. Akhirnya, pihak keluarga bersedia menerima jenazah.

"Setelah dikomunikasikan lagi, pihak keluarga akhirnya mau menerima jenazahnya," sambungnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sidik jari dan informasi lainnya, polisi akhirnya mengetahui indentitas pelaku identik dengan Agus Sujatno alias Agus Muslim. Pelaku ternyata pernah tersangkut kasus pengeboman di Bandung beberapa tahun lalu.

"Yang bersangkutan pernah ditangkap karena peristiwa bom Cicendo (2017). Dan sempat di hukum empat tahun, kemudian sekitar bulan September atau Oktober 2021 lalu, yang bersangkutan bebas," terang Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada awak media, Rabu (7/12). 

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

UPDATE

Pemerintah Harus Beri Pendampingan Anak Korban Aksi Main Hakim Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 22:15

Polisi Dalami Kematian Sumitro, Diduga Orang Dekat Febrie

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:57

Cerita Manis UMKM dari Sumenep, Dua Dekade Perjuangan dan Berkembang Berkat KUR BRI

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:47

Telkom Gelar Workshop PQC Formulasikan Keamanan Siber Masa Depan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:44

Ketua Baznas Paparkan Strategi Besar Transformasi Zakat Nasional

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:23

Gempa M 7,1 Lumpuhkan Infrastruktur dan Industri Jepang, Pemadaman Listrik Terjadi

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17

Pelatihan Militer untuk Sipil Perlu Dihentikan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:08

DPR dan Kemendagri Sepakat Penyaluran Bansos Pakai NIK

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:56

Tio Aliansyah Dilarang Tangani Perkara selama 1,5 Bulan Buntut Kasus Helikopter

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:53

Jangan Sampai OAP Hanya jadi Penonton di Tanah Ulayatnya Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:36

Selengkapnya