Berita

Dunia

Tanggapi Hongaria, Ukraina: Kalau Tidak Mau Melatih Tentara Kami, Desak Rusia Agar Hentikan Perang

RABU, 07 DESEMBER 2022 | 07:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ukraina segera menanggapi pernyataan Hongaria yang menolak melatih tentara Ukraina.

Lewat juru bicaranya, Kementerian Luar Negeri Ukraina  menegaskan jika Hongaria tidak ingin memberi dukungan kepada tentara Ukraina dan menginginkan perdamaian, maka itu bisa dimulai dengan mendesak Rusia agar menghentikan perangnya.

“Jika Hungaria sangat ingin bergerak menuju perdamaian, itu bisa dimulai dengan menyerukan Rusia untuk menghentikan perang. Menilai dari begitu banyak pertemuan (Hingaria) dengan perwakilan Rusia, alasan untuk langkah seperti itu seharusnya sudah ditemukan sekarang,” tegas Nikolenko, seperti dikutip dari TSN, Selasa (6/12).


Sekretaris Negara Kementerian Luar Negeri Hongaria untuk Hubungan Bilateral, Tamas Menzer, pada Senin (5/12) mengatakan bahwa Budapest tidak akan melatih militer Ukraina di wilayahnya karena "ingin bergerak bukan untuk perang tetapi untuk perdamaian."

“Di beberapa negara Eropa, tentara Ukraina (sedang) dilatih. Namun, mereka tidak akan (berada) di Hungaria,” kata Menczer.

Pernyataan Menzer disampaikan di tengah laporan bahwa beberapa negara, Republik Ceko dan Inggris di antaranya, telah memulai atau berencana untuk memulai pelatihan personel militer dari Ukraina di wilayah mereka.

Ini adalah bagian dari misi bantuan militer UE yang disebut EUMAM, yang mandat awalnya akan berlangsung selama dua tahun.

Misi tersebut akan memastikan koordinasi dengan kegiatan bilateral negara-negara anggota dalam mendukung Ukraina, serta dengan mitra internasional lainnya, dan akan terbuka untuk partisipasi negara ketiga.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya