Berita

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco/Net

Politik

Sufmi Dasco Heran, Fraksi PKS Ngamuk saat Rapur Pengesahan RKUHP

SELASA, 06 DESEMBER 2022 | 17:18 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco mengaku heran dengan anggota fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ngamuk saat rapat paripurna pengesahan RKUHP.

Diketahui, anggota fraksi PKS Iskan Qolba Lubis mengamuk lantaran tidak diberikan kesempatan untuk memberikan masukan kepada pimpinan DPR RI saat pengesahan RKUHP dalam rapat paripurna.

Dalam rapat tersebut, Iskan dan Dasco sempat adu mulut, dan Iskan menyebut Dasco sebagai diktator yang tidak mendengarkan aspirasi konstituen yang disampaikan melalui anggota dewan.


Menurut Dasco, dalam rapat pengambilan keputusan dan pengesahan tersebut seluruh fraksi sepakat dengan RKUHP tersebut, namun ada beberapa fraksi yang memberikan catatan penting.

PKS salah satu fraksi di parlemen telah menyuarakan ketidaksepakatannya mengenai pasal tentang penghinaan terhadap presiden, pemerintah dan lembaga negara. PKS menilai pasal tersebut merupakan pasal karet yang seharusnya tidak termaktub dalam RKUHP.

Legislator dari Fraksi Gerindra itu menuturkan catatan yang diberikan PKS sudah masuk dalam agenda dengar pendapat dari fraksi-fraksi baik di tingkat I maupun II.

“Nah cuman kami sebagai pimpinan DPR tentunya berkewajiban juga memberikan kesempatan mereka menyampaikan catatannya, sebetulnya kalo juga enggak, enggak wajib, tetapi catatan yang disampaikan berbeda dengan catatan yang ada, sehingga demikian tadi,” kata Dasco di Komplek parlemen, Senayan, Selasa (6/12).

Dia menambahkan bahwa dalam rapat dengar pendapat di Badan Musyawarah DPR RI semua fraksi menyepakati, dan tidak ada masalah, meski dengan catatan-catatan panjang. Namun, apa yang disampaikan Iskan tadi dianggapnya berbeda dari pandangan fraksi.

"Di bamus ga ada masalah, enggak ada, di pengambilan keputusan tingkat I juga tidak ada masalah, setuju, dengan catatan. Nah catatan itu yang tadi kami beri kesempatan untuk disampaikan, ternyata catatammya berbeda,” tutupnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya