Berita

International Symposium yang digelar oleh Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada Sabtu (3/12)/Net

Nusantara

Din Syamsuddin: Wasatiyah Islam Bisa Jadi Solusi Krisis Multi-Dimensi Hari Ini

MINGGU, 04 DESEMBER 2022 | 10:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah krisis multi-dimensional yang dihadapi dunia saat ini, Wasatiyat Islam atau jalan tengah Islam menjadi solusi bagi peradaban manusia.

Demikian yang dikatakan oleh Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Din Syamsuddin ketika berbicara dalam International Symposium yang digelar oleh Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada Sabtu (3/12).

"Kerusakan peradaban, baik pada tingkat global maupun nasional banyak negara, merupakan fakta yang sangat memprihatinkan. Dunia menghadapi krisis multi-dimensional, berupa krisis-krisis pangan, energi, dan lingkungan hidup, serta berbagai bentuk ketidakadilan, tindak kekerasan, dan sikap fobia antar kelompok," ujarnya.


Pada forum tersebut, Din tampil sebagai pembicara utama, bersama Prof. Zaid Ahmad dari Universiti Putra Malaysia, Prof. Parjiman dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Chairman of International Institute of Islamic Thought (IIIT) Indonesia Dr. Habib Chirzin.

Meski pandemi Covid-19 sudah reda dan dunia memulai kondisi normal baru, namun umat manusia tetap dihadapkan pada momok seperti perubahan iklim, pemanasan global, hingga resesi ekonomi global yang berdampak pada bidang-bidang kehidupan lain.

Berbagai krisis yang terjadi saat ini, lanjut Din, turut disebabkan oleh sistem dunia yang berwatak sekuler-liberal yang menampilkan ekstremitas.

"Label ekstremisme sering hanya dikaitkan dengan agama dan dilekatkan pada kelompok agama (tertentu/Islam), padahal ideologi dunia dalam bidang ekonomi, politik, dan budaya berwatak ekstrem yang akhirnya menciptakan kerusakan akut," jelas Chairman of Global Fulcrum of Wasatiyat Islam itu.

Melihat situasi ini, ia menilai Wasatiyat Islam atau jalan tengah Islam dapat menjadi solusi, di mana bidang ekonomi, politik, dan budaya harus ditarik ke titik tengah.

Namun, ia menekankan, jalan tengah yang dimaksud bukan berarti jalan moderasi yang mengandung konotasi kompromistik dan rekonsiliasistik antara pihak superior dan inferior.

Sebaliknya, Wasatiyat Islam mengandung dimensi toleransi (tasamuh),  keseimbangan (tawazun), dan konsultasi (syura), tapi ada juga dimensi keadilan (i'tidal).

"Wawasan Wasatiyat Islam lebih dari sekedar moderasi, bahkan mencerminkan keseimbangan menyeluruh," pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Pasar Jaya Minta Maaf soal Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Minggu, 29 Maret 2026 | 00:01

BRIN Gandeng UAG University Kolaborasi Perkuat Talenta Peneliti Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:40

Masyarakat Apresiasi Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:30

Menata Ulang Skema Konsesi Bandara

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:00

Tak Bisa Asal Gugat, Sengketa Partai Harus Selesai di Internal Dulu

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:41

Peradilan Militer Punya Legitimasi dan Tak Bisa Dipisahkan dari Sistem

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:21

Pasar Murah di Monas, Pemerintah Salurkan Ratusan Ribu Paket Sembako

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:05

Juara Hafalan Al-Quran di Lybia, Pratu Nawawi Terima Kenaikan Pangkat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:41

Rudal Israel Hantam Mobil Pers, Fatima Ftouni Jurnalis Al Mayadeen Gugur

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:37

DPR Optimistis Diplomasi Pemerintah Amankan Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:17

Selengkapnya