Berita

Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua PDK Kosgoro 1957 Jawa Barat Aria Girinaya/Ist

Politik

Pakai Cincin dan Jaket Kosgoro 1957, Simbol Kedekatan Ridwan Kamil dan Golkar

SENIN, 28 NOVEMBER 2022 | 09:46 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sinyal akan ke berlabuh ke partai politik mana makin ditunjukan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Sinyal terkuat adalah akan menjadikan Partai Golkar sebagai kendaraan untuk bertarung pada 2024.

Sinyal ini ditunjukkan Ridwan Kamil Salah dengan mengenakan jaket Satgas Kosgoro dan cincin yang diberikan sebagai cinderamata saat menghadiri pelantikan bersama Keluarga Besar Kosgoro 1957 di Gedung Sate, Minggu (27/11).

"Kedekatan saya dengan tokoh-tokohnya sangat dekat, di waktu yang tidak terlalu lama mungkin ada hal-hal yang akan saya umumkan. Arahnya tidak jauh dengan apa yang disaksikan," kata Ridwan Kamil, diwartakan Kantor Berita RMOLJabar, Senin (28/11).


Mantan Walikota Bandung itu optimistis Partai Golkar akan kembali berjaya dan memenangkan Pemilu 2024 di Jawa Barat. Tentunya hal itu bisa dicapai dengan kerja keras kader, sehingga sejarah pada 2004 bisa kembali terulang.

"Tahun 2004 sempat memimpin dalam perolehan. Saya kira dengan kerja-kerja kader harusnya sejarah itu bisa terulang," jelasnya.

Sementara itu, Ketua PDK Kosgoro 1957 Jawa Barat, Aria Girinaya mengatakan, pemberian cincin kepada Ridwan Kamil menjadi simbol pengikat sekaligus bisa memperbesar peluang untuk bergabung dengan Golkar.

"Makanya tadi simbolisasi pemberian cincin, artinya kalau seperti itu lamaran kan tanda ikatan. Kalau partai lain menanyakan kan jawabannya saya sudah punya cincin," jelas dia.

"Itu bisa multitafsir, yang penting kan itu chemistry terbangun, proses semakin mengerucut, mudah-mudahan tidak berapa lama lagi," tambahnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa sampai saat ini, sosok yang akan diusung sebagai calon presiden adalah Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Semua keputusan lanjutan akan bergantung pada diskusi dengan KIB.

"Kita harus berdiskusi dan bersama-sama dengan KIB (soal siapa yang diusung menjadi capres) dan itu diserahkan ke ketua umum. Semua urusan capres ke ketua umum. Sementara ini berpegang teguh pada keputusan hasil Munas," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya