Berita

Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri/RMOL

Hukum

KPK Dalami Dugaan Utut Adianto dan Tamanuri Beri Uang Loloskan Orang Terdekat jadi Mahasiswa Baru Unila

JUMAT, 25 NOVEMBER 2022 | 18:14 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dua anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dan Partai Nasdem disebut turut melakukan permintaan untuk diluluskan menjadi mahasiswa baru melalui orang kepercayaan tersangka Karomani (KRM) selaku Rektor Universitas Lampung (Unila) dengan adanya pemberian uang.

Hal itu merupakan materi yang didalami tim penyidik saat memeriksa saksi-saksi dua hari belakangan ini di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan dalam kasus dugaan suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru di Unila tahun 2022.

Pada Kamis (24/11), tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa saksi-saksi, yaitu Tamanuri selaku anggota DPR RI Fraksi Nasdem; M. Komaruddin selaku Rektor Untirta; Helmy Fitriawan selaku PNS; Fatah Sulaiman selaku PNS; Sulpakar selaku PNS; dan Nizamuddin selaku karyawan swasta.


Selanjutnya pada hari ini, Jumat (25/11), tim penyidik telah memeriksa saksi-saksi, yaitu Utut Adianto selaku anggota DPR RI Fraksi PDIP; Mustopa Endi Saputra Hasibuan selaku karyawan swasta; dan Uum Marlia selaku pedagang.

"Seluruh saksi memenuhi panggilan tim penyidik dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya permintaan untuk diluluskan menjadi mahasiswa baru melalui perantaraan orang kepercayaan tersangka KRM," ujar Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Jumat petang (25/11).

Selain itu kata Ali, para saksi juga didalami tim penyidik terkait adanya dugaan penyerahan uang untuk tersangka Karomani terkait permintaan agar diloloskan menjadi mahasiswa baru di Unila.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya