Berita

Presiden Baru Brasil, Lula Da Silva/Net

Dunia

Hapus Aturan Bolsonaro, Presiden Terpilih Lula akan Kenakan Pajak Senjata

KAMIS, 24 NOVEMBER 2022 | 13:26 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Jelang transisi Presiden Brasil yang akan dilangsungkan awal tahun depan, Lula da Silva sebagai calon terpilih tengah berencana untuk menghapus kebijakan lama yang pernah ditetapkan oposisi Jair Bolsonaro.

Salah satu yang paling disorot ialah kebijakan pemerintah terhadap kepemilikan dan peredaran senjata Brasil.

Lula dilaporkan akan mencabut aturan Bolsonaro yang memudahkan akses senjata api dan menggantinya dengan pelarangan serta pajak yang akan dikenakan untuk membatasinya.


Pemimpin proses transisi presiden sekaligus senator terpilih Flavio Dino pada Rabu (23/11), mengatakan Lula akan membatalkan perintah eksekutif Bolsonaro karena telah menyebabkan jumlah senjata api meningkat di negara itu.

“Pencabutan akan terjadi. Nah, mengenai apa yang akan terjadi dengan persenjataan yang ada, hari ini ada dua ide, satu yang paling cepat, yaitu ilegal dan hanya itu," ujarnya seperti dimuat Rappler.

Dino menjelaskan jika pemerintah Lula akan melakukan itu dengan mempersingkat masa pendaftaran senjata api menjadi satu tahun, sehingga proses pengenaan pajak dapat segera berlaku.

"Untuk menciptakan perpajakan yang lebih ketat, dan menciptakan beban ekonomi bagi gudang senjata yang ada," tegasnya.

Di bawah kepemimpinan Bolsonaro, siapapun selain polisi seperti pemburu, penembak jitu, atau kolektor, yang dikenal sebagai CAC dapat memiliki senjata api secara legal.

Menurut laporan Think Tank Igarape dan Sou da Paz, Sejak 2018, jumlah CAC yang terdaftar di Brasil melonjak 187 persen menjadi sekitar satu juta orang.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya