Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

WHO dan CDC: Campak Jadi Ancaman Global karena Pandemi Covid-19

KAMIS, 24 NOVEMBER 2022 | 11:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Saat ini penyakit campak diperkirakan segera menyebar ke berbagai wilayah secara global, karena selama tiga tahun terakhir penanganan dunia hanya berfokus pada pandemi Covid-19.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), melemahnya pengawasan kepada virus lain selain Covid-19, termasuk campak telah membuat penyakit ini mudah menjangkit banyak orang.

Terlebih campak merupakan salah satu virus manusia yang paling menular dan hampir seluruhnya dapat dicegah melalui vaksinasi.


Namun untuk mencegah wabah ini menyebar ke populasi yang lebih luas, cakupan vaksinasi yang dibutuhkan ialah 95 persen.

Sementara menurut laporan kedua organisasi kesehatan internasional tersebut, 40 juta anak tidak sempat divaksin campak karena pandemi Covid-19.

Pemimpin divisi campak WHO, Patrick O'Connor, menghimbau agar semua pihak dapat mengantisipasi ancaman penyebaran penyakit tersebut sedini mungkin.

"Kami berada di persimpangan jalan. Ini akan menjadi 12-24 bulan yang sangat menantang untuk mencoba memitigasi ini," ujarnya seperti dimuat Reuters pada Rabu (24/11).

O'Connor melihat memang saat ini belum terjadi ledakan kasus campak, karena terbantu oleh langkah-langkah social distancing Covid-19.

Namun O'Connor menekankan jika campak memiliki sifat yang sangat menular.

"WHO telah melihat peningkatan wabah besar yang mengganggu sejak awal 2022, meningkat dari 19 menjadi hampir 30 pada September," jelasnya.

Wilayah bagian Afrika dan sub-Sahara disebut O'Connor menjadi yang paling rentan, karena warga di negara-negara itu hidup dalam konflik kekerasan dan krisis pangan.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya