Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Belasan Ribu Migran Gelap dari 46 Negara Ditahan Pemerintah Meksiko dalam Empat Hari

RABU, 23 NOVEMBER 2022 | 09:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Belasan ribu migran dari berbagai negara tetangga yang melewati Meksiko menuju Amerika Serikat telah ditangkap hanya dalam waktu empat hari.

Laporan yang diterbitkan oleh National Institute of Migration (INM) itu menyebutkan, para migran ilegal itu berasal dari 46 negara.

"Terdapat 16,096 migran dari 46 negara telah ditahan di 22 negara bagian Meksiko antara 17 dan 20 November," ungkap laporan INM.


Migran yang tertangkap sebagian besar berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

"Kebanyakan migran berasal dari 4,968 orang Venezuela, 2,987 Guatemala, 1,385 Nicaragua, 1,311 Honduras dan 1,285 Ekuador," jelas INM, seperti dimuat Reuters pada Selasa (21/11).

Badan pemerintah Meksiko mengklaim pihaknya tengah melakukan pengamanan kepada migran ilegal yang membeludak di tengah ancaman perdagangan manusia dan cuaca yang semakin dingin.

Beberapa layanan pusat migran telah disediakan Meksiko di beberapa negara bagian termasuk Aguascalientes, Chiapas, Durango, Hidalgo, Puebla, San Luis Potosi, Veracruz dan Zacatecas.

Tingginya angka migran yang menyeberang di perbatasan AS-Meksiko, mendorong kedua negara untuk bekerjasama menangani masalah tersebut.

Bulan lalu, otoritas AS mengumumkan kesepakatannya dengan Meksiko untuk mengembalikan beberapa migran Venezueala yang ingin melintasi perbatasan.

Sejak aturan itu diberlakukan, ribuan migran ditemukan berkemah dalam kondisi buruk di tempat lain di Meksiko.

Di negara Bagian Oaxaca, sekitar 12.000 orang, sebagian besar dari Venezuela, ditemukan tidur di peti kayu, di trotoar, dan di halaman belakang rumah penduduk.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya