Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

MPU Aceh Imbau Masyarakat Tidak Jadikan Gelaran Piala Dunia sebagai Sarana Perjudian

SELASA, 22 NOVEMBER 2022 | 04:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Imbauan dikeluarkan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Teungku Faisal Ali alias Lem Faisal, agar masyarakat tidak menjadikan gelaran Piala Dunia 2022 yang sudah digulirkan Minggu malam (20/11) di Qatar sebagai sarana perjudian. Baik judi online maupun langsung.

"Karena judi dalam bentuk apapun sangat dilarang dalam ajaran Islam," kata Lem Faisal kepada Kantor Berita RMOLAceh, Senin (21/11).

Selain dilarang dalam agama, kata Lem Faisal, juga membuat penjudi menjadi manusia pemalas. Bahkan bisa memunculkan tindak pidana lainnya.


Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Irjen Ahmad Haydar, mengingatkan penonton Piala Dunia 2022 harus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Mengingat kompetisi sepak bola empat tahunan itu akan dimulai, Ahad besok.

"Piala Dunia 2022 akan segera bergulir, tentunya potensi gangguan kamtibmas juga meningkat. Perlu peran kita semua, termasuk masyarakat untuk menjaganya," kata Ahmad Haydar, dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/11).

Menurut bekas Kapuslabfor Polri itu, piala dunia adalah kompetisi yang ditunggu-tunggu oleh pecinta si kulit bundar di seluruh belahan dunia, termasuk di Aceh. Sehingga potensi terjadinya gangguan kamtibmas juga perlu diantisipasi. 

Karena itu, Ahmad Haydar mengimbau pecinta si kulit bundar agar tidak euforia berlebihan saat menyaksikan pertandingan atau merayakan kemenangan tim yang didukung. Supaya tidak mengganggu kenyamanan orang lain.

Piala dunia, kata dia, hanya sebatas kompetisi untuk menghibur para pecinta bola. Sehingga tidak perlu melakukan perbuatan yang bertentangan dengan aqidah, apalagi sampai menimbulkan tindak pidana. 

"Kompetisi yang digelar setiap empat tahun sekali ini hanya hiburan, khususnya bagi pecinta sepak bola. Namun, jangan sampai euforia berlebihan yang dapat mengganggu kenyamanan orang lain atau sampai melanggar hukum," ujarnya. 

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya