Berita

Menteri Agama Yaqut Choli Qoumas saat membuka Rapat Koordinasi dan Pengawasan Itjen Kemenag di Jakarta, Senin (21/11)/Ist

Politik

Melalui Rakorwas Itjen, Menag Yaqut Tekankan Soal Digitalisasi untuk Perbaikan Layanan Publik

SELASA, 22 NOVEMBER 2022 | 01:19 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ada dua pesan dari Presiden Joko Widodo yang menjadi tugas untuk diselesaikan oleh Kementerian Agama. Utamanya, soal optimalisasi pelayanan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Agama Yaqut Choli Qoumas saat membuka Rapat Koordinasi dan Pengawasan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Itjen Kemenag) di Hotel Novotel Mangga Dua, Jakarta, Senin malam (21/11).

“Pertama, layanan  publik  yang belum  maksimal sesuai  harapan masyarakat. Kedua, isu kecurangan yang ditengarai masih terjadi dalam layanan publik, pengadaan  barang  serta praktik transaksional  dalam  mutasi promosi jabatan,” ujar Yaqut dalam kegiatan dengan tema “Transformasi Pengawasan Inspektorat Jenderal Menjadi Organisasi yang Adaptif dan Agile” itu.


Dikatakan Yaqut, pelayanan yang dianggap belum maksimal di antaranya masalah pernikahan, rujuk, masalah pencatatan waqaf, pelayanan haji, pembinaan  rumah ibadah, dan pendidikan keagamaan.

"Jadi ketika masyarakat kecewa dengan layanan yang kita berikan, dengan mudah masyarakat memberikan penilaian terhadap Kementerian Agama,” tuturnya.
 
Karena itu, Yaqut meyakini dengan digitalisasi layanan publik,  masyarakat tidak perlu bersentuhan langsung dengan petugas yang memberikan layanan. Cara ini dinilai bisa mencegah praktik korupsi dalam layanan publik.

"Di era digital ini, kita sudah tidak bisa bekerja dengan cara lama dengan cara konvensional, maka arah pelayanan publik ke depan haruslah terdigitalisasi," terangnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor ini mengatakan, masalah yang dihadapi di Kemenag sudah sedemikian menumpuk. Karena itu dia berharap seluruh aparatur Kemenag saat ini tidak menjadi bagian dari masalah di Kemenag. Tapi menjadi bagian solusi dari Kemenag.
 
Terlebih, dia merasa Kemenag belum optimal menjawab keluhan masyarakat lantaran masih bekerja dengan cara-cara konvensional dan belum terbiasa dengan digital.

“Hal ini kita juga terus perbaiki, saya perintahkan staf khusus untuk mengawal proses digitalisasi di Kemenag," katanya.

"Tanggal 25 (November) kita launching layanan digital Kemenag, saya ingin semua layanaan publik bisa diakses dalam genggaman,” demikian Yaqut.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

UPDATE

Kontrak Rp25 Triliun PAM Jaya–Moya Disorot, Air Bersih Warga Miskin Masih Mandek

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:56

Purbaya Restui DJP Tambah Jabatan Baru hingga Akhir 2026

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:41

Protes Dedi Mulyadi, 10 Ribu Buruh Jabar akan Datangi Istana

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:30

Kritik di Tembok Kekuasaan

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:30

Dana Haji Khusus Tertahan, DPR Warning Jangan Merugikan Jamaah

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:07

KPK Bidik Riza Chalid di Kasus Suap Katalis

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:59

Sidang Ijazah Jokowi Ditunda Lagi, Bukti Penggugat Belum Valid

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:53

Presiden Minta Media Keluar Ruangan, Lanjutan Taklimat Digelar Tertutup

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:27

Mahasiswa Indonesia Bentangkan Spanduk "Save Venezuela"

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:26

Lurah Batu Ampar Kecewa Lahan Dispora Diserobot Pengembang

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:20

Selengkapnya