Berita

Seorang warga mengibarkan bendera PAN/Net

Politik

Entitas PAN Non-Struktural Gagas Amanat Indonesia untuk Dukung Anies Baswedan Capres

SABTU, 19 NOVEMBER 2022 | 20:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kader Partai Amanat Nasional (PAN) mulai terbuka dalam menyuarakan dukungan untuk Pilpres 2024. Sekelompok entitas PAN non-struktural dalam waktu dekat ini akan mendeklarasikan berdirinya sebuah wadah untuk menampung aspirasi pilpres. Namanya, Amanat Indonesia.

Sahrin Hamid, yang merupakan deklarator PAN Jawa Barat pada tahun 1998 mengatakan bahwa Amanat Indonesia merupakan wadah perjuangan komunitas atau kerelawanan untuk mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden RI 2024.

“Komunitas amanat Indonesia terdiri dari entitas pendiri PAN, mantan anggota DPR RI, pimpinan PAN, pengurus, kader, dan Simpatisan PAN,” urai Koordinator Amanat Indonesia itu saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (19/11).


Ketua Umum DPP Barisan Muda PAN periode 2003 hingga 2006 ini menjelaskan, apa yang dilakukan oleh Amanat Indonesia adalah bagian dari spirit untuk menatap masa depan Indonesia yang lebih baik demi mewujudkan indonesia adil dan makmur.

“Hal ini tentunya selaras dengan prinsip dasar PAN yang memperjuangkan kedaulatan rakyat, demokrasi, kemajuan, dan keadilan sosial,” tegasnya.

Sedianya, penggagas akan bertemu dengan Anies Baswedan dalam waktu dekat ini. Tujuannya, untuk menyampaikan pikiran-pikiran agar Indonesia menjadi lebih baik, lebih bermartabat, dan beradab.

“Sekaligus kita juga menjadi bagian yang akan berkontribusi dalam pemenangan Anies sebagai presiden,” sambung anggota DPR RI periode 2004 hingga 2009, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPP PAN tahun 2010 hingga 2015 itu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya