Berita

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof M Din Syamsuddin/Net

Politik

Din Syamsuddin Ingin Duet Haedar-Muti Dipertahankan dan Dorong 15 Kader Sejati Berintegritas Masuk Pengurus PP Muhammadiyah

SABTU, 19 NOVEMBER 2022 | 09:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sidang Tanwir telah menetapkan 39 calon anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah Masa Jabatan 2022-2027.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof M Din Syamsuddin mengatakan, banyak kader Muhammadiyah yang mumpuni dan pantas masuk ke dalam struktural PP Muhammadiyah.

"Banyak sekali kader/tokoh Muhammadiyah yang mumpuni, tapi mereka tidak akan bisa masuk kalau yang sudah lama di PP tidak legowo," kata Din Syamsuddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (19/11).


Namun dari 39 calon yang ditetapkan, ia menilai ada 17 tokoh yang paling tepat mengisi struktur Pengurus Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027.

Ke-17 tokoh ia pilih karena dinilai memiliki integritas tinggi, intelektualitas cukup, kemandirian dan tak terpengaruh pihak luar serta sanggup menyediakan waktu untuk berkhidmat mengemban amanat secara bersungguh-sungguh.

"Di antata kader/tokoh yang saya kenal dan mendukung mereka untuk masuk ke jajaran PP Muhammadiyah yakni Hilman Latief, Untung Cahyono, M Sayuti, Asep Purnama Bahtiar, Imam Addaraqutni, Armyn Gultom, Mamun Murod," kata Din Syamsuddin.

Kemudian untuk memperkuat Bidang Keagamaan (Tarjih dan Tabligh), pilihan Din Syamsuddin jatuh kepada Syamsul Anwar, Saad Ibrahim, Ambo Asse, dan Saidul Amin.

Sedangkan untuk memperkuat Pengembangan Pendidikan dan Kerja sama Luar Negeri, Din memilih Bambang Setiaji, Sofyan Anif, Zakiyyudin Baedhowi, dan Ahmad Khairuddin.

"Kemudian mempertahankan dua figur intelektual-ulama yang berhasil memajukan organisasi pada periode berlalu, yaitu Haedar Nashir dan Abdul Muti. Usulan ini diajukan semata-mata demi kemaslahatan Persyarikatan Muhammadiyah tercinta," demikian Din Syamsuddin.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya