Berita

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman saat penandatanganan kesepakatan, Jumat 18 November 2022/Net

Dunia

Thailand dan Arab Saudi Akur Lagi, PM Prayut dan Putra Mahkota Teken Sejumlah Kesepakatan

SABTU, 19 NOVEMBER 2022 | 09:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perhelatan KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) dimanfaatkan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha untuk bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman pada Jumat (18/11) waktu setempat.

Setelah lebih dari tiga dekade hubungan kedua kerajaan hancur akibat kasus pencurian perhiasan, kedua pemimpin menandatangani perjanjian untuk memperluas hubungan diplomatik.

Bangkok Post
melaporkan, ada lima perjanjian ditandatangani pada Jumat yang bertujuan meningkatkan perdagangan dan investasi antara kedua negara, mempromosikan pariwisata dan memperdalam kerja sama di bidang energi.


"Kerja sama dalam perdagangan, investasi, dan tenaga kerja sudah berlangsung," kata juru bicara pemerintah Rachada Dhnadirek menjelang pertemuan.

Kedua negara memulihkan hubungan diplomatik penuh pada bulan Januari ketika Prayut mengunjungi Arab Saudi atas undangan putra mahkota.

Arab Saudi menurunkan hubungan diplomatik pada tahun 1989 menyusul pertikaian atas pencurian perhiasan senilai 20 kuya dolar AS oleh Kriengkrai Techamong, seorang petugas kebersihan Thailand yang bekerja di istana seorang pangeran Saudi, yang kemudian dikenal sebagai "Blue Diamond Affair".

MBS hadir di Thailand setelah Arab Saudi diundang sebagai tamu negara tuan rumah APEC.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya