Berita

Ambulans di lokasi ledakan di jalan pejalan kaki Istiklal yang sibuk di Istanbul, Turki, 13 November 2022/Net

Dunia

Turki Menahan 17 Tersangka Pengeboman Istanbul

SABTU, 19 NOVEMBER 2022 | 08:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kepolisian Turki berhasil mengamankan 17 tersangka yang diduga terlibat pengeboman di Istanbul yang terjadi pada pekan lalu.
Pengadilan Turki kemudian memerintahkan penahanan pra-sidang terhadap para tersangka.

Anadolu Agency pada Jumat (18/11) melaporkan bahwa pihak berwenang telah menyalahkan serangan mematikan itu pada kelompok militan Kurdi, meskipun kelompok itu membantah terlibat.

Para tersangka termasuk di antara kelompok yang terdiri dari hampir 50 orang yang ditangkap polisi Istanbul awal pekan ini setelah serangan itu, dan termasuk tersangka pengebom, yang diidentifikasi polisi sebagai warga negara Suriah Ahlam Albashir.

Para tersangka termasuk di antara kelompok yang terdiri dari hampir 50 orang yang ditangkap polisi Istanbul awal pekan ini setelah serangan itu, dan termasuk tersangka pengebom, yang diidentifikasi polisi sebagai warga negara Suriah Ahlam Albashir.

Beberapa tersangka lainnya telah dijadwalkan untuk dideportasi. Tidak ada rincian lebih lanjut tentang orang-orang yang menghadapi pengusiran dari Turki.

Kejaksaan menuduh para tersangka melanggar persatuan negara, pembunuhan berencana, serta dakwaan lainnya.  

Albashir mengatakan kepada polisi dan jaksa bahwa dia tiba di Turki pada Juli setelah menerima perintah dari YPG. Albashir mengaku  tidak tahu apa yang ada di dalam tas yang disuruh dia tinggalkan di lokasi ledakan, dan tas itu diberikan kepadanya oleh tersangka lain yang kemudian melarikan diri dari Turki.

Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, yang mencakup milisi YPG Kurdi Suriah, membantah terlibat.

Tanggal persidangan akan ditetapkan setelah jaksa menyiapkan surat dakwaan mereka, yang berarti para tersangka kemungkinan akan tetap berada dalam penahanan pra-sidang selama berbulan-bulan.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya