Berita

Rydal yang meledak di di Provinsi Subcarpathia, Polandia/Net

Dunia

Presiden Duda Kembali Memastikan Rudal yang jatuh di Polandia adalah Kecelakaan

SABTU, 19 NOVEMBER 2022 | 06:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pernyataan bahwa rudal yang jatuh di Polandia adalah sebuah kecelakaan, kembali digaungkan oleh  Presiden Polandia Andrzej Duda.

Berbicara di sebuah pertemuan di  Provinsi Subcarpathia, Jumat (18/11), Duda mengulang kembali klaimnya bahwa Rusia tidak terkait dengan peristiwa itu.

"Kemungkinan besar itu kecelakaan," katanya, menambahkan rudal itu jatuh 6 kilometer dari perbatasan.


"Itu tidak dicegat. Itu kenyataannya. Tidak ada satu negara pun di dunia yang memiliki sistem pertahanan yang dapat melindungi seluruh wilayah, terutama pada jarak yang begitu dekat dari perbatasan," tegasnya.

Sebelumnya Duda telah mengatakan hal ini dalam pertemuan darurat di Dewan Kemanan Nasional, Rabu (16/11),  bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan serangan rudal di Przewodów adalah serangan yang disengaja atau diluncurkan oleh Rusia.

“Kemungkinan besar, itu adalah roket S-300," kata Duda. "Ada banyak indikasi bahwa rudal itu ditembakkan sebagai bagian dari pertahanan udara Ukraina, sayangnya jatuh di wilayah Polandia."

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg membenarkan apa yang disampaikan Duda, tetapi tetap menyalahkan Rusia atas peristiwa tersebut. Menurutnya, itu adalah rudal pertahanan udara Ukraina yang ditembakkan untuk mempertahankan wilayah Ukraina terhadap serangan rudal jelajah Rusia.

"Biar saya perjelas: ini bukan kesalahan Ukraina. usia memikul tanggung jawab utama karena melanjutkan perang ilegal melawan Ukraina,” tekannya.

Sebuah rudal jatuh di Desa Przewodow di Lublin, Polandia timur, dekat perbatasan dengan Ukraina, pada Selasa (15/11),  menewaskan dua orang. Peristiwa ini menjadi memicu tudingan bahwa Rusia berada di balik serangan itu, sengaja ingin memprovokasi. Namun, hasilk penyelidikan membuktikan rudal buatan Rusia itu ditembakkan oleh militer Ukraina dari wilayah Ukraina tetapi 'tersasar' ke perbatasan Polandia.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya