Berita

Presiden Joko Widodo dalam KTT G20 di Nusa Dua, Bali yang berlangsung dari 15-16 November 2022/Net

Politik

Gagal Jaga Perdamaian, Jokowi Tak Dianggap Dunia Meski jadi Presidensi G20?

KAMIS, 17 NOVEMBER 2022 | 15:26 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menilai Presiden Joko Widodo sudah tidak dianggap dunia meskipun Indonesia presidensi G20. Hal itu dikarenakan seruan Jokowi untuk menghentikan perang tidak didengar dan hal ini dianggap sebagai kegagal Jokowi dalam isu perdamaian.

"Karena Putin dan Zelensky tidak hadir. Malah ada rudal nyasar ke Polandia. Dan itu mudah dibaca sebagai provokasi. Kedatangan Jokowi temui Putin dan Zelensky beberapa waktu lalu untuk antar undangan sebagai presidensi G20 gagal. Gagal hadirkan Putin dan Zalensky. Padahal sudah habiskan anggaran yang besar termasuk perhelatan G20 yang abiskan anggaran negara ratusan miliar," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (17/11).

Muslim menilai, Jokowi tidak berhasil menyerukan dunia pada isu perdamaian karena meskipun sebagai presidensi G20, Jokowi tidak dianggap oleh dunia.


"Sebagai presidensi G20 Jokowi tidak dianggap. Tidak ada manfaat posisi presidensi Indonesia di G20. Malah pertemuan G20 Bali malah bisa memicu konflik dan perang lebih besar lagi. Bisa menyeret perang dunia. Dan situ Jokowi gagal total," kata Muslim.

Bahkan, Muslim menganggap bahwa rakyat semakin menderita dengan adanya KTT G20 di Bali. Dikarenakan, merugikan keuangan negara ratusan miliar rupiah, namun rakyat tidak mendapatkan manfaat apa-apa.

"Utang semakin numpuk, ekonomi semakin sulit, kehidupan rakyat semakin menderita, nama Indonesia semakin tidak dianggap dan diperhitungkan," pungkas Muslim.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya