Berita

Kevin McCarthy Pemimpin Partai Republik di DPR AS/Net.

Dunia

Partai Republik Menang di DPR AS, Siap Mengendalikan Agenda Biden

KAMIS, 17 NOVEMBER 2022 | 11:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemilihan Paruh Waktu AS hampir mencapai titik terangnya dalam beberapa hari lagi. Namun begitu, penghitungan pada Rabu (16/11) telah memperlihatkan  bahwa Partai Republik telah memenangkan mayoritas di Dewan Perwakilan AS (DPR), dan Partai Demokrat memegang kendali senat.

Ini akan membuat ruang politik semakin berwarna dengan panggung pemerintahan yang terpecah dalam dua tahun ke depan.

Pemilihan yang telah berlangsung lebih dari seminggu menghasilkan suara yang tidak terduga. Menurut data yang dilaporkan oleh Refinitiv Partai Republik memperoleh 218 kursi dan Partai Demokrat memperoleh 211 kursi. Masih ada  enam sisa suara tetapi itu tidak akan mempengaruhi hasil saat ini.


Hasil tersebut jelas menunjukkan bahwa  Partai Republik mampu membalikkan DPR dari kendali Demokrat, yang artinya memberi kekuasaan untuk mengendalikan agenda Biden dan meluncurkan penyelidikan terhadap pemerintahan dan keluarganya. Hal yang sebelumnya tidak dapat dilakukan oleh partai ini karena kurangnya mayoritas di DPR.

Pemimpin Partai Republik di DPR saat ini, Kevin McCarthy, harus bersiap dengan tantangan di depan. Ia tetap dengan semangat mengatakan bahwa Amerika siap untuk arah baru, dan lebih menantang lagi dengan  mantan Presiden Donald Trump yang kembali mencalonkan diri.

"Orang Amerika siap untuk arah baru, dan House Republicans siap untuk mewujudkannya," kata McCarthy di Twitter.

Joe Biden dengan berbesar hati mengucapkan selamat  kepada McCarthy pada Rabu saat ia berada di KTT G20, mengatakan dia akan bekerja keras untuk memberikan hasil.

"Rakyat Amerika ingin kami menyelesaikan sesuatu untuk mereka," kata Biden dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.

Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa DPR Demokrat akan terus memainkan peran utama dalam mendukung agenda Presiden Biden, dengan pengaruh kuat atas mayoritas Republik yang sedikit.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya