Berita

Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida/Net

Dunia

Xi Jinping dan Fumio Kishida akan Bertemu di Thailand, Pengamat: China-Jepang Berada di Persimpangan Kritis

KAMIS, 17 NOVEMBER 2022 | 06:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perhelatan KTT APEC di Thailand akan dimanfaatkan Presiden China Xi Jinping untuk bertemu Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. Kementerian Luar Negeri China mengkonfirmasi rencana itu pada Rabu (16/11) waktu setempat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan bahwa ini akan menjadi pertemuan resmi penting pertama antara kedua pemimpin.

"Menyusul diskusi antara China dan Jepang, Xi akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Kishida selama Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC ke-29 di Bangkok, dan kedua belah pihak akan bertukar pandangan tentang hubungan China-Jepang dan isu-isu global dan regional yang menjadi perhatian bersama," kata Mao, seperti dikutip dari Global Times.


"China dan Jepang adalah tetangga dan keduanya negara penting di kawasan itu, dan tahun 2022 menandai peringatan 50 tahun normalisasi hubungan China-Jepang," ujarnya.

Kedua belah pihak, kata Mao, harus mematuhi perdamaian dan persahabatan, memperdalam kerja sama, dan mengelola perbedaan dengan baik untuk membangun hubungan Tiongkok-Jepang yang memenuhi persyaratan era baru.

Beberapa ahli China mengomentari rencana pertemuan kedua pemimpin. Mereka mengatakan bahwa mempertahankan mekanisme dialog tingkat tinggi sangat penting untuk menjaga suasana komunikasi yang baik sambil menarik garis batas yang jelas tentang hal-hal yang menyangkut kepentingan inti China.

“Hubungan China-Jepang sekarang berada di persimpangan kritis karena mereka menghadapi tantangan yang semakin besar, tetapi ada juga banyak peluang untuk bekerja sama dalam menstabilkan rantai pasokan dan mendorong pemulihan ekonomi regional," kata Da Zhigang, direktur Institut Studi Asia Timur Laut di Akademi Ilmu Sosial Provinsi Heilongjiang.

"Jika mereka dapat menangani hubungan bilateral dengan baik dan mengelola perbedaan, hubungan akan berkembang ke arah yang positif," ujarnya.

Jika tidak, kata dia, divergensi bisa lepas kendali dan menjadi kekuatan destruktif di tengah dampak persaingan China-AS.

Kishida membuat beberapa tuduhan terhadap China selama KTT Asia Timur terbaru di Kamboja menjelang G20 dan APEC. Dia mengkritik China karena dianggap melanggar kedaulatan Jepang, menuduhnya terus mengambil tindakan yang meningkatkan ketegangan regional di Laut China Selatan.

Selain itu, Kishida juga mengungkapkan apa yang disebut keprihatinan atas masalah hak asasi manusia di Tiongkok, menyentuh pertanyaan terkait Hong Kong dan Xinjiang.

Da berpendapat, meskipun penting untuk menjaga komunikasi tingkat tinggi antara kedua negara, penting juga untuk menyusun batas atas kepentingan inti China selama pertemuan tatap muka pertama ini, yang akan membantu hubungan China-Jepang berkembang secara berkelanjutan.

"Kedua negara memiliki banyak bidang untuk bekerja sama tetapi perlu mengelola divergensi mereka," ujarnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya