Berita

Presiden RI, Joko Widodo/Net

Politik

PDIP Disarankan Simpan Mimpi Antarkan Jokowi Jadi Sekjen PBB, Ini Alasannya

SELASA, 15 NOVEMBER 2022 | 15:30 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo dianggap bukan seorang pemimpin yang dibanggakan di tingkat nasional. Untuk itu, Jokowi tidak pantas menjadi Sekjen PBB seperti yang disampaikan oleh politisi PDI Perjuangan.

"Jualan dalam negeri saja sudah tidak laku. Apakah PDIP mau dagangin Jokowi untuk Sekjen PBB?" ujar Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (15/11).

"Maaf ya, bahasa Inggris belepotan, dan tidak tercermin seorang pemimpin yang dibanggakan di tingkat nasional saja susah, jadi nasional pride, apalagi untuk tingkat internasional," imbuhnya.


Karena, menurut Muslim, Jokowi hanya modal pencitraan murahan. Bahkan, negara dan bangsa Indonesia sering dipermalukan di forum-forum internasional di era Jokowi ini.

"Ekonomi demokrasi, hukum, dan indeks kehidupan rakyat terpuruk. Pemimpin yang tidak gubris suara rakyat. Gimana mau diusung ke kancah internasional? Sangat payah dibanding dengan Presiden Indonesia sebelumnya," tuturnya.

"Jadi saran saya, mimpi PDIP usulkan Jokowi sebagai Sekjen PBB itu disimpan saja," pungkas Muslim.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya