Berita

Peneliti Sosial dan Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Siti Zuhro/Net

Politik

Siti Zuhro: Indonesia akan Memasuki Era Baru Pemilu yang Lebih Sehat

SELASA, 15 NOVEMBER 2022 | 09:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Indonesia dinilai akan memasuki era baru pemilihan umum yang lebih sehat. Terutama dengan hadirnya calon-calon pemimpin yang memiliki visi dan misi, bukan sekadar menjual pesona.

“(Pemilu) Ini nantinya akan jadi kontestasi yang lebih sehat, karena yang terpilih benar benar qualified, bukan pencitraan. Membanggakan secara nasional dan internasional,” ujar Peneliti Sosial dan Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Siti Zuhro, kepada wartawan, Selasa (15/11).

Terlebih, pada pemilu mendatang, mayoritas pemilih adalah dari kalangan milenial yang lebih kritis dan terukur.


“Bukan hanya seperti diberikan cek kosong, tanpa visi dan misi. Kalau tidak ada, ya tidak menarik. Dan tidak boleh lagi yang menonjol hal-hal yang sifatnya gimmick-gimmick, apalagi hujatan,” imbuhnya.

Disinggung mengenai adanya program dari partai politik yang ditawarkan ke masyarakat seperti PATEN yang diluncurkan KIB, lalu program kesejahteraan petani oleh PKB, juga Stabilitas Pangan oleh Gerindra, menurut Siti Zuhro, adanya program tersebut menunjukkan bahwa partai politik siap jadi pemimpin.

“Visi dan misi, program, adalah iming-iming bahwa dia sudah siap menjadi pemimpin,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan kompleksitas masalah yang tengah dihadapi, seperti perlambatan ekonomi dunia dab masih dalam kondisi pandemi Covid, Indonesia memang membutuhkan pemimpin yang tangguh.

“Ini menjadi catatan, dengan kompleksitas yang seperti itu, kesiapan dari pemimpin seperti apa sehingga mereka bisa menunjukkan nantinya siap untuk dikompetisikan,” demikian Zuhro.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya