Berita

Pengasuh Pondok Pesantren al-Madaniyyah Ciwaringin Cirebon, Kiai Ihsan/RMOLJabar

Politik

Sebagai Agent of Social Change, Santri Tidak Boleh Sekadar Jadi Objek Politik

SELASA, 15 NOVEMBER 2022 | 08:29 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

RMOL. Santri adalah salah satu agent of social change. Maka santri tidak boleh hanya menjadi objek politik.

Begitu disampaikan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Madaniyyah Cirebon, Kiai Ihsan, saat ditemui Kantor Berita RMOLJabar di bilangan Ciwaringin, Cirebon, Senin (14/11).

Menurut Ihsan, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tidak boleh dijadikan alat politik untuk mendukung salah satu calon atau partai tertentu. Semua kalangan disebutnya sudah mengetahui itu.


Aang Ihsan, begitu ia karib disapa mengatakan, santri sebagai agen perubahan tetap memiliki kewajiban dalam hal pemikiran, ide program dan kriteria pemimpin yang dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Santri bukan hanya boleh berpendapat, tetapi juga harus berkontribusi.

“Kenapa demikian? Karena santri adalah salah satu elemen bangsa yang termasuk kategori agent of social change, yaitu kelompok intelektual tercerahkan yang penting bagi terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik,” tutur Kiai Ihsan.

Tokoh Muda NU Cirebon ini menegaskan, pondok pesantren juga harus memberikan pembekalan ilmu atau setidaknya wawasan politik.

Ini juga dicontohkan oleh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari dan putra beliau KH Wahid Hasyim. Secara takriri beliau telah mengajarkan kepada semuanya sebagai santri untuk berperan dalam dinamika politik.

“Ada banyak sarana yang dapat santri gunakan untuk menyalurkan pandangan politiknya. Selain masuk ke struktur organisasi yang menampung para santri, juga bisa melalui media sosial,” jelasnya.

Aang Ihsan berharap, 2022 ini adalah tahun yang tepat bagi santri untuk memulai perjuangannya, turut serta membangun bangsa dengan memberikan pandangan-pandangan politiknya khususnya untuk Pilpres 2024.

Santri tidak boleh membiarkan bangsa ini dipimpin oleh orang yang tidak tepat pada 2024 mendatang.

“Tujuan utama dari peran santri tentu saja kemaslahatan. Bukan mencari proyek atau mengobrak-abrik tatanan yang sudah berjalan baik. Jangan gadaikan idealisme dan spiritualisme santri demi hal-hal yang rendah," tegasnya lagi.

"Tapi santri harus memiliki idealisme dan spiritualisme yang tinggi, mengingat pendidikan karakter dan keadaban yang dibangun para kiai di pondok-pondok pesantren mereka,” demikian Aang Ihsan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya