Berita

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/Net

Politik

Survei CIGMark: Ridwan Kamil Paling Dipilih Responden jadi Capres di 2024

MINGGU, 13 NOVEMBER 2022 | 21:24 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Hasil survei CIGMark menunjukkan peta kekuatan calon presiden 2024 di Provinsi Jawa Barat. Hasilnya, Ridwan Kamil (RK) mengantongi dukungan suara paling tinggi sebesar 22.1 persen.

CEO CIGMark Panca Pratama Iskandar menyampaikan, dalam simulasi pertanyaan tertutup tentang siapa calon presiden yang akan dipilih jika pemilihan presiden dilaksanakan saat ini, Ridwan Kamil menempati elektabilitas paling tinggi sebanyak 39,2 persen dari 18 nama yang diuji.

Kemudian, di urutan kedua adalah Prabowo Subianto sebanyak 23,5 persen disusul Anies Baswedan 14,9 persen dan Ganjar Pranowo 8,1 persen. Sedangkan elektabilitas kandidat lainnya di bawah 5 persen. Sementara itu, pemilih yang belum memutuskan (undecided voters) 3,8 persen.


Dilihat dari aspek loyalitas pendukung (strong supporter), figur RK juga menempati paling tinggi yaitu sebesar 31,5 persen, meninggalkan cukup jauh Prabowo Subianto yang selama ini cukup bersinar di Jawa Barat. Pemilih loyal Prabowo 16,1 persen, Anies Baswedan 9,5 persen, Ganjar Pranowo 5,1 persen.

"Sementara itu, dari segi popularitas capres di Provinsi Jawa Barat sosok Ridwan Kamil merupakan figur yang paling dikenal dan disukai di Jawa Barat," ucap Panca dalam keterangan tertulis mengenai hasil surveinya, Minggu (13/11).

Dalam hasil surveinya, popularitas RK sudah menembus 99,2 persen dengan tingkat kesukaan 97,2 persen. Di bawah RK, menyusul Prabowo 96,9 persen dengan kesukaan 75,7 persen. Sedangkan Anies Baswedan 86,6 persen dengan tingkat kesukaan 80,3 persen, Sandiaga Uno 81,4 persen dengan kesukaan 80,4 persen, sedangkan kandidat lainnya pengenalannya masih di bawah 80 persen.

"Namun demikian jumlah swing voters masih cukup tinggi yaitu 32,6 persen.  Jika dilihat dari data tren strong supporter, memperlihatkan ada peningkatan dukungan terhadap Ridwan Kamil,” katanya.

Dia menambahkan berdasarkan survei Maret 2022 dan September 2022 pendukung RK cukup kuat, dan naik cukup tinggi meskipun dikompensasi oleh turunnya swing Voters di Jawa Barat.

"Pada Maret 2022 strong supporter RK 21,2 persen naik menjadi 31,5 persen di bulan September 2022. Dapat dianalisa alasan naiknya dukungan terhadap RK dikarenakan factor incumbent, persepsi keberhasilan kinerja dan adanya sentiment primordial,” tutupnya.

Survei ini dilaksanakan pada 12 – 28 September 2022 dengan menggunakan metodologi Multi Stage Random Sampling (MSRS). Jumlah responden 825 orang yang diwawancarai secara langsung dengan menggunakan kusioner. Jumlah margin error survei ini sebesar kurang lebih 3,48 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya