Berita

Dunia

China Beri Peringatan Keras Saat AS akan Berikan Rincian Pembicaraan Biden dan Xi ke Taiwan

SABTU, 12 NOVEMBER 2022 | 16:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Janji Amerika Serikat untuk berbagi rincian pembicaraan Presiden Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping ke Taiwan mendapat tanggapan dari Beijing.

Lewat pernyataan yang disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian, China mendesak para pejabat Amerika membatalkan niatnya.

Ditanya tentang komentar baru-baru ini oleh Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan, yang mengatakan Washington akan membocorkan rincian pertemuan tingkat tinggi minggu depan ke Taipei, Zhao Lijian memberikan tanggapan keras.


“Apa yang dikatakan AS tentang memberi pengarahan kepada Taiwan tentang pertemuan antara kepala negara China dan AS sangat melanggar prinsip satu China dan ketentuan dari tiga komunike bersama China-AS," kata Zhao pada  Jumat, mengacu pada serangkaian kesepakatan antara Washington dan Beijing.

"Ini benar-benar mengerikan, dan China dengan tegas menolaknya,” ujarnya, seperti dikutip dari RT, Sabtu (12/11).

Zhao melanjutkan dengan berargumen bahwa interaksi resmi antara AS dan Taiwan melanggar 'prinsip Satu-Cina,' di mana Republik Rakyat China menegaskan pulau itu adalah bagian dari wilayah kedaulatannya, dan bahwa diplomat asing tidak boleh melakukan kontak langsung dengan pejabat di Taipei.

“Hanya ada satu Cina di dunia. Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah China. Akar penyebab ketegangan di Selat Taiwan adalah bahwa pihak berwenang Taiwan telah meminta dukungan AS untuk mencari 'kemerdekaan Taiwan,' dan bahwa beberapa orang di AS berniat menggunakan pertanyaan Taiwan untuk menahan China,” kata Zhao.

“Gerakan seperti inilah yang merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," lanjutnya.

Biden dan Xi dijadwalkan bertemu minggu depan di sela-sela KTT G20 di Bali, Indonesia – pertemuan tatap muka pertama antara kedua pemimpin sejak Biden menjabat tahun lalu.

Meskipun Gedung Putih telah menyatakan bahwa mereka akan membahas upaya untuk mempertahankan dan memperdalam jalur komunikasi dan bagaimana mengelola persaingan secara bertanggung jawab, masalah Taiwan juga diharapkan menjadi agenda utama.

Hubungan China dan negara-negara Barat semakin tegang, menyusul perlakuan mereka yang memposisikan Taiwan sebagai negara berdaulat yang bertentangan dengan kebijakan Satu-China yang secara resmi diakui oleh Washington.

Presiden Biden bahkan telah bersumpah pada beberapa kesempatan bahwa pasukan AS akan datang untuk membela Taipei jika terjadi invasi China, tetapi para pembantu Gedung Putih telah berulang kali menarik kembali pernyataan tersebut.

Selama laporannya di Kongres Partai Komunis China bulan lalu, Presiden Xi menyoroti risiko konflik bersenjata atas Taiwan.

Dia menegaskan kembali bahwa tujuan utama Beijing adalah reunifikasi damai, tetapi memperingatkan bahwa mereka berhak menggunakan kekuatan untuk mencegah upaya apa pun yang dilakukan Taiwan untuk mendeklarasikan kemerdekaan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya