Berita

Dunia

Lonjakan Migran di Perbatasan Meningkat, Kuba Akhirnya Setuju Menerima Penerbangan Deportasi AS

SABTU, 12 NOVEMBER 2022 | 08:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kuba pada akhirnya bersedia menerima kembali warganya yang dideportasi oleh AS. Penerbangan deportasi, yang pertama kalinya sejak pandemi, akan membawa lusinan orang Kuba yang gagal dalam pemeriksaan awal untuk suaka di perbatasan.

Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE), sebelumnya telah  menahan sekitar selusin warga Kuba. Badan AS sedang menunggu sampai memiliki cukup orang Kuba yang akan dideportasi untuk mengisi pesawat sebelum mengirimkannya ke Havana.

Deportasi reguler warga Kuba dihentikan selama pandemi Covid-19.


Otoritas AS melakukan lebih dari 2,2 juta penangkapan migran di perbatasan AS-Meksiko pada tahun fiskal 2022, lebih tinggi dari rekor tahun mana pun. Dari jumlah tersebut, sekitar 1 juta dengan cepat diusir ke Meksiko atau negara lain. Dari jumlah itu,  hanya 2 persen yang merupakan orang Kuba.

Sepanjang tahun 2022, Penjaga Pantai AS terus menangani migran yang tertangkap di laut dan telah memulangkan lebih dari 5.600.

Kuba yang dikelola komunis diwajibkan oleh perjanjian migrasi sebelumnya untuk menerima warga negaranya yang dikembalikan oleh Amerika Serikat. Kesepakatan bilateral terbaru dicapai pada Januari 2017 tak lama sebelum Presiden Barack Obama meninggalkan jabatannya.

Kuba dan Amerika Serikat (AS) telah mengambil langkah menuju pencairan hubungan dan melanjutkan upaya bersama mengatasi migrasi yang tidak tetap.

Kuba juga ingin melihat AS menindaklanjuti rencananya untuk memulihkan layanan konsuler di Havana, sehingga orang bisa kembali mendapat visa untuk datang secara legal ke AS.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya