Berita

Dunia

Dianggap Tidak Peka karena Kirim Pesan Promosi di Hari Kristallnacht, KFC Jerman Minta Maaf

JUMAT, 11 NOVEMBER 2022 | 07:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Manajemen restoran cepat saji KFC Germany telah mengajukan permohonan maaf karena membuat pesan promosi penjualan dengan memanfaatkan peringatan tahunan Kristallnacht.

Tindakan KFC pertama kali terungkap saat pengguna Twitter membagikan tangkapan layar pesan promosi yang diberikan restoran milik Amerika kepada pelanggannya dalam bahasa Jerman.

Dalam pesannya, KFC mendorong pelanggan untuk menandai Kristallnacht dengan ayam renyah dan keju produksi mereka.


Kristallnacht, sering diterjemahkan sebagai "Malam Kaca Pecah," mengacu pada serangkaian serangan kekerasan oleh rezim Nazi terhadap bisnis, rumah, dan sinagoga Yahudi pada 1938 silam.

BBC
melaporkan, pesan promosi itu mendapat kritik keras karena dianggap tidak peka, di saat orang-orang tengah memperingati hari yang menyedihkan itu. Manajemen restoran kemudian mengatakan bahwa terjadi kesalahan dalam sistem.

Rantai makanan cepat saji mengatakan "pemberitahuan push otomatis" itu "terkait dengan kalender yang mencakup perayaan nasional".

"Itu adalah pemberitahuan otomatis yang telah muncul sebelumnya. Itu tidak sengaja muncul untuk pengguna aplikasi KFC di Jerman. Jelas ini tidak direncanakan. Kami meminta maaf jika ini dianggap tidak sensitif. Kami mengakui bahwa tindakan ini tidak dapat diterima," kata KFC Jerman dalam sebuah pernyataan penyesalannya.

"Mohon maaf, kami akan segera memeriksa proses internal kami agar hal ini tidak terjadi lagi. Mohon maaf atas kesalahan ini," katanya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya