Berita

Ketua Umum Badko HMI Jabodetabeka-Banten M. Adhiya Muzakki/Ist

Politik

Masyarakat Dihadapkan pada Banyak Persoalan, Adhiya: Di Manakah Kepahlawanan Jokowi-Maruf?

JUMAT, 11 NOVEMBER 2022 | 01:49 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Masyarakat hari ini dihadapkan dengan berbagai macam persoalan di era pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin. Sudah semestinya pemerintah berhenti mengeluarkan kebijakan yang menyengsarakan rakyat.

Begitu dikatakan Ketua Umum Badko HMI Jabodetabeka-Banten M. Adhiya Muzakki saat menggelar konferensi pers dan tabur bunga di Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, sebagai bentuk evaluasi kepemimpinan Jokowi-Maruf dengan tajuk "Di Mana Kepahlawanan Jokowi-Maruf?".

“Masyarakat saat ini dihadapkan dengan kebijakan yang tidak populis, seperti keputusan pemerintah dalam menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite dan solar,” ujar Adhiya, Kamis (10/11).


Persoalan penegakan hukum dan keamanan, kata dia, juga menjadi catatan yang perlu diperhatikan pemerintah. Terbaru, adalah pengusutan Tragedi Kanjuruhan yang belum tuntas.

“Belum lagi soal penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu yang belum tuntas dan selesai. Bagaimana komitmen Pak Jokowi dalam menghadirkan kebijakan dan peraturan hukum yang berpihak kepada masyarakat?” tanya Adhiya

Adhiya juga mempertanyakan pertemuan G20 yang menurutnya cukup rumit diselenggarakan karena terbentur geopolitik yang tidak stabil. Pertemuan KTT G20 di Bali, tentu akan banyak kendala, dikarenakan adanya konflik perang dan masalah perdagangan.

“Amerika bertentangan dengan Turki dan China. Putin bersengketa dengan negara-negara Eropa. Bagi Indonesia, tentu menjadi tantangan tersendiri karena Indonesia menjadi Presidensi G20, kebetulan konflik dan dilema antar negara tak kunjung usai saat ini,” tuturnya.

Untuk itu, dia menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah. Pertama, meminta Presiden Jokowi menghentikan pendekatan keamanan dengan berlebihan pada aktivitas pengamanan G20.

Kedua, peminta Presiden Jokowi membuka akses partisipasi keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan G20. Ketiga, meminta Presiden Jokowi agar segera mengusut tragedi pelanggaran HAM Kanjuruhan, Malang.
 
Serta keempat, meminta Presiden Jokowi mendukung pembenahan di institusi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Apabila tuntutan kami tidak diindahkan, maka kami akan melakukan konsolidasi dan aksi besar-besaran," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya