Berita

Shyam Saran Negi/Net

Dunia

Pesan Terakhir Shyam Saran Negi, Tokoh Pemilih Pertama India kepada Para Pemuda

SENIN, 07 NOVEMBER 2022 | 10:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hanya beberapa hari menjelang pemilihan, India harus kehilangan sosok sejarah yang menjadi ikon "pemilih pertama India", Shyam Saran Negi.

Pria yang pernah menjadi guru sekolah di Kalpa itu dkenal sebagai pria dengan keyakinan luar biasa dalam demokrasi.

Pemilihan majelis untuk negara bagian Himachal Pradesh akan berlangsung pada 12 November 2022. Awal pekan kemarin, Komisi Pemilihan telah menggelar karpet merah bagi Negi untuk dia memberikan surat suaranya. Negi memang telah mengirimkan surat suaranya melalui pos pada Rabu (2/11).


Sayangnya, Negi tidak akan pernah melihat hasilnya. Ia meninggal dunia pada Sabtu (5/11), dalam usia 105 tahun. Hanya beberapa hari setelah surat suaranya ia kirimkan.  

Ini menjadi kabar yang penuh duka bagi India dan orang-orang yang mengenalnya. Di India Shyam Saran Negi adalah  tokoh inspiratif yang membawa India pada perubahan.

Ada hal yang menarik yang sempat ditinggalkan almarhum. Sesaat setelah ia mengirimkan surat suaranya melalui pos, ia memposting makalahnya, mengimbau  kaum muda untuk berani memilih. Suara pemuda adalah yang paling butuhkan negara, katanya.

Surat kabar The Tribute India melaporkan bahwa Negi juga mendesak gerakan kaum muda untuk negara yang lebih baik lagi.

"Pemuda harus maju untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi karena itu bukan hanya hak kami tetapi juga kewajiban kami untuk berpartisipasi dalam pemilihan dengan menggunakan hak kami," kata Negi.

Negi adalah orang pertama yang memberikan suara ketika India mengadakan pemilihan umum pertamanya pada 1951 setelah memperoleh kemerdekaan dari pemerintahan Inggris. Pemilihan semestinya diselenggarakan pada 1952, tetapi akhirnya dimajukan untuk menghindari salju lebat.

Hasil dari pemilihan itu adalah kemenangan telak bagi Kongres Nasional India dan Jawaharlal Nehru menjadi perdana menteri pertama yang terpilih secara demokratis di India, setelah hampir 100 tahun pemerintahan kolonial Inggris 1848 dan 1947.

Sejak saat itu, di saat masyarakat India skeptis dengan pemilihan, Negi justru menjadi orang yang selalu setia di setiap pemilihan.

Negi juga menjadi saksi transisi proses pemilu yang dilalui. Mulai dari membubuhkan stempel di kertas suara hingga proses Voter verifiable paper audit trail, ia tidak pernah melewatkan tugasnya sebagai warga negara India.

Dia telah memberikan suara di semua pemilihan Panchayat, majelis, dan parlemen. Sampai menjelang tutup usia, dia telah memberikan suaranya di semua pemilihan.

Pada tahun 2014, Mr Negi diangkat menjadi duta merek untuk Komisi Pemilihan dalam upaya untuk mendorong pemungutan suara dan membintangi video Google yang mendorong orang untuk memilih dalam pemilihan umum tahun ini.

Kepergian Negi menorehkan duka mendalam bagi Perdana Menteri India Narendra Modi. Ketika mendengar kabar duka itu, Modi memberikan penghormatan kepada Negi.

Pemerintah telah mengatakan dia dikremasi dengan penghormatan penuh kenegaraan di desanya di Kalpa.

Komisi Pemilihan India juga turun ke twitter untuk mengungkapkan kesedihan.

“Dia bukan hanya pemilih pertama India yang Independen, tetapi seorang pria dengan keyakinan luar biasa dalam demokrasi. ECI berduka atas meninggalnya Shyam Saran Negi. Kami sangat berterima kasih atas pengabdiannya kepada Bangsa,” cuit EC.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya