Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo/Net

Politik

Perburuk Citra, Kapolri Disarankan Tak Tonjolkan Narasi Punishment

RABU, 02 NOVEMBER 2022 | 00:57 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Polri kian mendapat cobaan bertubi-tubi yang menurunkan kepercayaan publik kepada institusi. Mulai dari kasus Sambo yang membuat begitu banyak perwira terkena Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), ditambah tragedi kanjuruhan, dan terakhir kasus Irjen Teddy Minahasa yang diduga terlibat penyebaran narkoba.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun berusaha mengembalikan citra publik dengan berbagai narasi tegas yang dikeluarkannya. Namun Komunikolog Nasional Tamil Selvan mengatakan bahwa narasi yang dikeluarkan Kapolri tersebut memiliki efek bias.

Menurutnya, disatu sisi Kapolri ingin menunjukan ketegasannya, namun disisi lain narasi tersebut justru memperburuk citra Polri dimata publik.


"Saya melihat ketulusan Pak Kapolri ini dalam mengembalikan citra Polri, namun efek bias nya lebih tinggi, maka saya sarankan Pak Kapolri mendapat dukungan resmi dari para Komunikolog," ujar Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara ini, Selasa (1/11).

Ketua Forum Politik Indonesia ini mengatakan bahwa saat ini seluruh jajaran kepolisian butuh support mental dalam menghadapi cobaan ini, dan support langsung dari Kapolri di depan publik tentu akan memiliki daya dorong yang sangat kuat.

Pakar Komunikasi ini menyarankan agar Kapolri berhenti menarasikan punishment kepada jajaran, tapi justru harus mengapresiasi kinerja polisi baik yang jumlahnya jauh lebih banyak dari yang melakukan penyalahgunaan wewenang.

"Jumlah polisi baik itu jauh lebih banyak, jadi saya harap Pak Kapolri merubah narasinya di ruang publik. Kalau masalah punishment, tidak perlu narasi, publik butuh ditunjukan ketegasan dengan action. Action is more powerfull than naration,” ungkap Kang Tamil panggilan akrabnya.

Kang Tamil juga mengapresiasi langkah tujuh mantan Kapolri yang memberikan dukungan kepada Jenderal Listyo. Menurutnya, hal tersebut adalah energi positif bagi citra Polri di publik.

"Saya apresiasi langkah 7 Jenderal mantan Kapolri tersebut, langkah positif begini yang dibutuhkan Polri saat ini. Saya sarankan agar Pak Kapolri mendapat dukungan dari para ahli komunikasi, tentu kami sangat mendukung," tandasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya